Meski Diguyur Hujan, Tangerang Selatan Tetap Jadi Kota Paling Berpolusi di RI

Hari Widowati
8 Agustus 2025, 05:46
Tangerang Selatan, kualitas udara, polusi udara
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Kendaraan melintas di ruas tol Serpong - Balaraja (Serbaraja) di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (1/11/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kota Tangerang Selatan, Banten mencatatkan kualitas udara terburuk di Indonesia, pada Jumat (8/8), meskipun semalam diguyur hujan. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.38 WIB, Tangerang Selatan mencatat indeks AQI poin sebesar 163 atau berada pada kategori tidak sehat.

Berikut ini lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, pada Jumat (8/8):

1. Tangerang Selatan, Banten dengan AQI poin 163 atau berada pada kategori tidak sehat
2. Jakarta dengan AQI poin 159 berada pada kategori tidak sehat
3. Depok, Jawa Barat dengan AQI poin 147 berada pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
4. Tangerang, Banten dengan AQI poin 133 atau masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
5. Bekasi, Jawa Barat dengan AQI poin 119 atau masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif

Kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia pada pagi ini adalah Kota Bakau, Tanjung Harapan, Kalimantan Timur dengan AQI poin sebesar 27 atau berada dalam kategori baik.

Kota dengan kualitas udara terbaik dunia pada pagi ini ditempati oleh San Francisco, Amerika Serikat dengan AQI poin 13 atau berada pada kategori baik. Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Kinshasa, Republik Demokrat Kongo dengan indeks AQI poin 172 atau berada pada kategori tidak sehat.

Indeks AQI menunjukkan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2,5 sebesar 0-50. Kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2,5 101-150.

Berikutnya kategori tidak sehat dengan rentang PM 2,5 di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat sebesar 200-299, dan kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500. Kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Kualitas udara masuk kategori berbahaya dengan rentang PM 2,5 sebesar 300-500. Secara umum, kualitas udara pada rentang tersebut dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...