Sembilan Kabupaten Siap Unjuk Gigi dalam Upaya Penanganan Krisis Iklim

Image title
26 Agustus 2025, 10:57
Warga mendemonstrasikan pembuatan kain dari kulit kayu saat pasar produk UMKM khas Lindu di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (18/7/2025). Pasar UMKM tersebut dibuka untuk mengenalkan berbagai produk khas Lindu kepada wisatawan ba
ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.
Warga mendemonstrasikan pembuatan kain dari kulit kayu saat pasar produk UMKM khas Lindu di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (18/7/2025). Pasar UMKM tersebut dibuka untuk mengenalkan berbagai produk khas Lindu kepada wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke wilayah itu dalam rangka Festival Danau Lindu 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sembilan kabupaten bakal memamerkan upaya mereka menangani masalah perubahan iklim dalam gelaran APKASI Otonomi Expo (AOE) 2025 dan Sustainable District Outlook (SDO) 2025 yang berkolaborasi dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Kesembilan Kabupaten ini akan memperlihatkan kinerja mereka dalam membangun transformasi ekonomi berbasis pangan, tata guna lahan, dan mitigasi bencana. Ini merupakan upaya untuk menghadapi tantangan sekaligus menawarkan inovasi menuju pembangunan berkelanjutan. Sembilan kabupaten anggota LTKL yang akan tampil dalam SDO 2025 adalah Sintang (Kalimantan Barat), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Sanggau (Kalimantan Barat), Siak (Riau), Gorontalo (Gorontalo), Bone Bolango (Gorontalo), Musi Banyuasin (Sumatera Selatan), Aceh Tamiang (Aceh) serta Sigi (Sulawesi Tengah).

"SDO 2025 menjadi penting karena berperan sebagai sebuah wadah yang membawa local voices dari kabupaten untuk menunjukkan transformasi yang terjadi hingga ke tingkat tapak," kata Kepala Sekretariat LTKL, Ristika Putri Istanti dalam pernyataan resmi, Selasa (26/8).

Ristika menuturkan, tahun ini pihaknya akan mengangkat tiga isu besar. Pertama, kedaulatan pangan. Menurutnya saat ini banyak ekspansi dan pembukaan lahan terjadi karena kebutuhan pangan, padahal seharusnya daerah bisa mendorong kedaulatan pangan dengan cara yang berkelanjutan.

Kedua, ketahanan terhadap bencana, baik yang disebabkan faktor alam maupun akibat ulah manusia, seperti kebakaran hutan, banjir, hingga kejadian gempa bumi dan likuifaksi di Sigi pada 2018.

Ketiga, pembangunan ekonomi lestari. Dia mengatakan isu ini sejalan dengan visi LTKL, kabupaten tidak hanya perlu menjaga ekosistem dan hutannya. Tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui pengembangan ekonomi yang tepat, termasuk bagi petani, UMKM, dan rantai nilai komoditas lokal.

"Ketiga tema ini berangkat dari urgensi sekaligus inisiatif yang sudah lama dibangun daerah secara kolaboratif,“ ungkapnya.

A acara ini akan digelar pada 28 Agustus 2025 di ICE BSD ini, sekaligus merupakan ajang 9 kabupaten anggota LTKL untuk menampilkan capaian, pembelajaran, serta sinyal perubahan menuju visi Kabupaten Lestari & Mandiri 2030.

"Kabupaten menjadi aktor penting karena berada di garis depan pengelolaan sumber daya alam dan penguatan ekonomi lokal. Melalui AOE dan SDO 2025, pengalaman kabupaten akan ditampilkan sebagai contoh nyata bagaimana agenda nasional dapat dijalankan melalui aksi lokal yang terukur," tandasnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...