Dalam pesan video yang diputar untuk para pemimpin agama yang berkumpul di Belem, Paus Leo XIV mengatakan negara-negara telah membuat kemajuan, tetapi belum cukup.
Modifikasi cuaca dilakukan ketika Iran mengalami salah satu kekeringan terburuk dalam catatan sejarahnya, dan tahun kelima berturut-turut mengalami kekeringan.
Sisa anggaran karbon untuk mencapai kenaikan suhu 1,5°C sebesar 170 miliar ton karbon dioksida, akan habis sebelum tahun 2030 dengan laju emisi saat ini.
Rencana Aksi Kesehatan Belém didukung pendanaan awal dari filantropi global senilai US$ 300 juta (Rp 5,01 triliun), termasuk dari Gates Foundation, IKEA Foundation, dan Temasek Trust.
Deklarasi ini telah didukung oleh 12 negara: Brasil, Kanada, Chile, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Spanyol, Swedia, Uruguay, Belanda, dan Belgia.
Delegasi COP30 dapat menggunakan Macaozinho untuk membantu negosiator mereka melacak teks yang dibahas, mengambil preseden, dan melakukan referensi silang data untuk mendukung argumen.
Presiden Lula mendesak pembentukan Dewan Iklim Global yang terhubung dengan Majelis Umum PBB untuk memastikan koordinasi yang lebih baik dan pertanggungjawaban politik antarnegara.
Surat terbuka Presiden COP30 ini mengakui skala tantangan yang dihadapi dan alat-alat untuk meresponsnya saat komunitas global berkumpul di Belém, Brasil.
Gen Z juga menuntut redistribusi kekuasaan dan akses, serta pengakuan pemerintah terhadap kapasitas kolektif anak muda yang selama ini kerap dianggap sebelah mata.
Uni Eropa juga setuju untuk mempertimbangkan opsi menggunakan kredit karbon internasional di masa depan guna memenuhi 5% tambahan dari pengurangan emisi 2040.