Krisis Iklim Picu Kenaikan Kebakaran Hutan Akibat Badai Petir

Image title
8 September 2025, 11:30
Krisis iklim
ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/nym.
Petugas BPBD Kabupaten Kubu Raya berjalan di area kebakaran lahan gambut di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, Selasa (29/7/2025). Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengatakan beberapa hektare lahan gambut yang terbakar sulit dipadamkan akibat minimnya sumber air dan terbatasnya akses jalan bagi mobil pemadam.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kebakaran hutan akibat sambaran petir diprediksi akan semakin sering terjadi dalam beberapa dekade mendatang, seiring dampak krisis iklim yang semakin nyata. 

Riset terbaru yang dilakukan ilmuwan iklim di Sierra Nevada Research Institute, University of California-Merced, menemukan peningkatan badai petir akan memperbesar risiko kebakaran dan membawa konsekuensi serius bagi keselamatan serta kesehatan masyarakat.

Dilansir dari The Guardian, Dmitri Kalashnikov, peneliti utama studi tersebut, menjelaskan bahwa kebakaran akibat petir biasanya terjadi di wilayah terpencil sehingga lebih sulit dikendalikan. Hal ini membuat api cenderung meluas lebih besar dibandingkan kebakaran akibat manusia. Kondisi tersebut memicu lebih banyak asap, yang berpotensi memperburuk kualitas udara secara luas.

Artinya, tren meningkatnya kebakaran akibat petir kemungkinan juga membuat kebakaran hutan semakin mematikan, dengan menghasilkan lebih banyak asap kebakaran dan memperparah masalah kualitas udara dari pantai ke pantai, khususnya dalam beberapa tahun terakhir.

Data menunjukkan, dalam 40 tahun terakhir, badai petir dan kondisi cuaca lain yang memicu petir semakin sering terjadi di banyak wilayah barat AS, termasuk Washington bagian barat, Oregon barat, lembah tengah California, dan dataran tinggi di Pegunungan Rocky.

Tren ini tidak hanya terjadi di AS. Musim kebakaran tahun ini tercatat sebagai yang terburuk dalam sejarah Eropa, sebagian besar dipicu oleh kebakaran akibat petir di Spanyol. Di Kanada, kebakaran besar tahun ini telah membakar lebih dari 200% area hutan dan sebagian besar dipicu oleh sambaran petir.

“Secara umum, sinyalnya jelas bahwa kita akan menghadapi risiko lebih besar dari kebakaran akibat petir,” kata Dmitri.

Temuan ini muncul ketika musim kebakaran hutan di AS tahun ini meningkat dengan pola yang berawal dari serangkaian badai kering yang melanda California awal pekan ini. Ribuan sambaran petir pekan ini telah memicu sedikitnya 20 kebakaran baru dan membakar puluhan ribu hektar di Lembah Tengah California hingga ke kaki Pegunungan Sierra Nevada, dengan salah satu kebakaran menghancurkan beberapa bangunan di pemukiman era Gold Rush, Chinese Camp, di timur Modesto.

Tim Dmitri menemukan bahwa beberapa wilayah, seperti pedalaman Pasifik barat laut, akan mengalami lonjakan petir dengan peningkatan risiko kebakaran yang relatif kecil karena lingkungan yang semakin lembap. 

Sementara itu, wilayah gurun barat daya akan menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan meski jumlah hari dengan petir tidak banyak berubah, karena tren kekeringan yang semakin meluas.

Tim Dmitri bahkan menemukan peningkatan jumlah kebakaran akibat petir di 98% wilayah barat AS “Yang disebabkan oleh lebih banyak petir, atau kondisi cuaca yang mendukung kebakaran, atau keduanya,” ujarnya.

Dia juga melihat dengan keterbatasan sumber daya pemadam kebakaran, implikasi meningkatnya kebakaran akibat petir sangat mengkhawatirkan. Dalam 15 tahun terakhir, asap kebakaran hutan diperkirakan membunuh sekitar seribu orang setiap tahun di AS. Lonjakan kebakaran akibat petir dapat menyebabkan epidemi asap di AS menelan korban lebih dari 20.000 jiwa per tahun pada pertengahan abad ini.

Selain risiko kesehatan, peningkatan badai petir juga memicu ancaman banjir bandang dan longsor di wilayah yang baru saja terbakar. Di sisi lain, partikel asap dari kebakaran dapat mempercepat pencairan gletser di Kanada, Greenland, dan Eropa. Sementara itu, keterbatasan kapasitas pemadam kebakaran memperparah situasi, terutama ketika petir menyambar di daerah terpencil yang sulit dijangkau.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...