Sisa Limbah Kayu Terbawa Arus Banjir Dimanfaatkan untuk Bangun Huntara

Image title
5 Januari 2026, 17:16
limbah, kayu, banjir Sumatra
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar
Warga membelah batang kayu gelondongan yang terbawa bencana banjir dan tanah longsor di Desa Mendale, Aceh Tengah, Aceh, Kamis (1/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Subhan, mengungkapkan sisa limbah kayu yang hanyut terbawa arus banjir telah dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur dan hunian sementara (huntara) pascabencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Hingga saat ini, tercatat tiga unit hunian sementara (huntara) masih dalam proses pembangunan,” kata Subhan, dalam siaran pers, Senin (5/1).

Memasuki hari ke-15, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melanjutkan penanganan kayu sisa bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terdampak di Sumatra. Kini pelaksanaan penanganan kayu difokuskan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Tim Kemenhut yang terdiri atas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Gakkum Wilayah Sumatera bergabung dengan tim lainnya mengerahkan sebanyak 23 unit alat berat.

Alat berat tersebut terdiri atas 21 unit milik Kemenhut (sepuluh ekskavator capit, sembilan ekskavator bucket, dan dua unit dozer), dua unit milik TNI (buldozer dan ekskavator), serta dua unit ekskavator dari Kementerian PU.

“Pembersihan difokuskan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, yang masih mengalami hambatan akses akibat tumpukan kayu sisa banjir. Kayu yang masih dapat dimanfaatkan dikumpulkan di lokasi kejadian dan telah dilakukan pengukuran oleh tim Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), dengan hasil sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” ujar Subhan, Senin (5/1).

Selain itu, satu unit alat berat juga dikerahkan untuk membantu pembersihan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan. Tim Kemenhut lainnya dengan jumlah sekitar 50 personel turut melakukan pembersihan di SD Negeri 4 Langkahan, dengan hasil pembersihan satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, dan empat kamar mandi.

Pemanfaatan Limbah Kayu Capai 18,5 Meter Kubik 

Subhan mengungkapkan, berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi pemanfaatan kayu sisa bencana oleh lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat pada hari ini mencapai sekitar ±3 meter kubik dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin.

Sementara itu, akumulasi pemanfaatan kayu sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 diperkirakan mencapai sekitar ±18,5 meter kubik. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui.

Penanganan di Kabupaten Aceh Tamiang, personel BPKH Sumatra Utara bersama tim Manggala Agni masih terus melanjutkan kegiatan pembersihan rumah warga terdampak banjir dari sisa material kayu di lorong-lorong permukiman.

Dia juga mengatakan tim lapangan telah menerima kunjungan Koordinator BNPB Brigjen Asep, yang berdiskusi bersama Staf Ahli Menteri Kehutanan Fahrizal Fikri serta jajaran terkait, termasuk Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Kepala BPKH Aceh.

Diskusi membahas penanganan serta pemanfaatan kayu sisa banjir. Pada malam harinya, dilakukan pertemuan lanjutan dengan lembaga Rumah Zakat terkait percepatan pembangunan huntara berbahan kayu sisa bencana.

Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara, Tim Kemenhut menurunkan ekskavator untuk menyiapkan lokasi hunian tetap (huntap) di lahan PTPN. Tim juga menerima laporan adanya temuan kayu dalam jumlah besar di Sungai Batang Toru, cabang Aek Rambe, Sumatra Utara.

“Saat ini, temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman serta penanganan lebih lanjut oleh tim terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Novita, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...