Universitas Brawijaya dan Martha Tilaar Produksi Sunscreen dari Rambut Jagung
Rambut jagung ternyata bisa jadi bahan baku untuk tabir surya alias sunscreen. Universitas Brawijaya (UB) bersama PT Cedefindo, bagian dari Martha Tilaar Group, siap memasarkan Hi-To-Go Sun Protector berbahan rambut jagung.
Hi-To-Go Sun Protector mengombinasikan ekstrak rambut jagung dengan bahan alami lain seperti minyak atsiri dan lavandula hybrida oil. Produk ini disebut memiliki kemampuan proteksi dari sinar matahari atau sun protector factor (SPF) 50 PA++.
Sunscreen ini akan menjadi salah satu produk merek BOUMI. Adapun BOUMI adalah merek perawatan diri untuk anak usia 4-14 tahun. Sunscreen ini disebut efektif melindungi kulit anak dari paparan sinar UVA dan UVB serta menjaga kelembabannya.
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UB sekaligus pemrakarsa inovasi, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, menjelaskan bahwa inovasi ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Keunggulan kami adalah mengangkat bahan yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk dengan nilai ekonomi tinggi, serta membuka peluang kolaborasi dengan industri berbasis bahan lokal Indonesia,” kata Rosalina, dikutip dari laman resmi UB, Selasa (5/5).
Tak hanya rambut jagung, menurut dia, banyak bahan aktif dari pangan lokal yang memiliki potensi sebagai anti UV. Jika dikombinasikan dengan bahan alami lain, efektivitasnya sebagai penangkal sinar UV bisa meningkat.
Saat ini, produk sunscreen tersebut tengah dalam proses produksi massal.
Potensi Produk Lain dari Rambut Jagung
Rosalina menjelaskan, pihaknya tengah meneliti kemungkinan pemanfaatan limbah rambut jagung untuk menjadi produk lain. “Misalnya untuk teh herbal, namun ini masih dalam tahap riset lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara ini, rambut jagung untuk produk sunscreen diperoleh dari petani khususnya di Pulau Jawa. Meski begitu, dirinya tak menutup kemungkinan akan berkolaborasi dengan pelaku industri yang juga menghasilkan limbah rambut jagung.
