Polusi Udara di Surabaya Terburuk Pagi Ini, Masuk Kategori Tak Sehat

Ajeng Dwita Ayuningtyas
3 Juni 2026, 07:59
Polusi udara
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww.
Sejumlah pengendara dengan mengenakan masker melintas di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/5/2020).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kualitas udara Kota Surabaya terpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.20 WIB, poin AQI ibu kota Jawa Timur itu mencapai lebih dari 150.

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Rabu (3/6).

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Selain Kota Surabaya, Kota Tangerang Selatan juga mencatatkan kualitas udara serupa. Berikut daftar lima wilayah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 155 atau dalam kategori tidak sehat. 
  3. Jakarta, dengan poin AQI 140 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  4. Tangerang, Banten, dengan poin AQI 134 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Kota Jambi, Jambi, dengan poin AQI 118 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, Kota Palangka Raya di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 24 dan masuk kategori baik. Kota Pekanbaru di Riau menyusul di urutan kedua dengan poin AQI 68, namun masuk kategori sedang.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Osaka di Jepang dengan poin AQI 6. Berikutnya, ada Melbourne di Australia dengan poin AQI 9 dan Sydney di Australia dengan poin AQI 10. Kota-kota besar itu juga masuk dalam kategori kualitas udara baik.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut,  Kota Kinshasa di Republik Demokratik Kongo menjadi kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk pagi ini. Berikut daftarnya:

  1. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 205 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
  2. Karachi, Pakistan, dengan poin AQI 197 atau dalam kategori tidak sehat.
  3. Delhi, India, dengan poin AQI 144 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  4. Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 140 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
  5. Johannesburg, Afrika Selatan, dengan poin AQI 138 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.  

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150

Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...