Kebakaran Hutan di Kalbar Belum Padam, Api Dekati Pusat Rehabilitasi Orang Utan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
13 Agustus 2026, 19:17
kebakaran hutan, kalimantan barat, orang utan, orangutan
ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.
Seorang warga menutup hidung saat melintas di tengah asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman di Komplek Arwana Indah, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (5/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus merambah wilayah Kalimantan Barat dan kini mendekat ke pusat rehabilitasi orang utan di Ketapang, fasilitas kelolaan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Mengutip unggahan Instagram resmi International Animal Rescue, pada Rabu (12/8), api karhutla bahkan hanya berjarak sekitar 100 meter dari pusat rehabilitasi orang utan

“Tim YIARI telah berupaya memadamkan api sepanjang malam, bekerja hingga sekitar pukul 03.00 dini hari. Pada satu titik, kobaran api bahkan mendekati pusat rehabilitasi orang utan hingga berjarak kurang dari 100 meter,” demikian dikutip dari Instagram @international_animal_rescue, Kamis (13/8). 

Dalam unggah tersebut dijelaskan, saat ini orang utan telah dipindahkan ke tempat yang aman. Namun, bukan berarti bahayanya telah berakhir. Api disebut terus meluas, di tengah sumber daya yang terbatas untuk menanganinya. 

Kalbar: Titik Terluas Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, indikasi luas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia selama semester I 2026 mencapai 107,4 ribu hektare. Dari total luasan tersebut, area karhutla paling luas tercatat di Kalimantan Barat, mencapai 28,6 ribu hektare. 

Melansir Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat pun mengakui mengalami tantangan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya.

“Selain lokasi karhutla yang sulit dijangkau, minimnya sarana prasarana pemadaman juga menjadi kendala, sehingga penanganan belum bisa dilakukan secara maksimal,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, pada pekan lalu.

Menurut Ridwan, upaya pemadaman juga sulit dilakukan akibat terbatasnya sumber air untuk meredam api. Kondisi ini diperparah dengan karakteristik lahan gambut di lokasi tersebut, sehingga api terus merangsek ke bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.

Meski begitu, tim penanganan karhutla di lapangan terus berpatroli untuk mendeteksi api. Bila titik kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat, maka helikopter water bombing akan dikerahkan untuk memadamkan api.

BPBD Kabupaten Ketapang mencatat ada korban jiwa akibat karhutla. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia, karena kekurangan oksigen saat melintasi kawasan penuh asap kebakaran. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...