Karhutla 2026 Lebih Luas dari 2023 dan 2019, El Nino Terkuat Mengintai

Ajeng Dwita Ayuningtyas
18 Agustus 2026, 21:48
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat (14/8/2026). Balai Pengendalian Kebakaran Hutan
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat (14/8/2026). Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan mencatat luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan periode Januari-Juli 2026 mencapai 1.926,2 hektare yang terdiri dari 1.857,7 hektare terjadi di lahan mineral dan 68,5 hektare di lahan gambut,
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah melampaui angka karhutla di periode yang sama pada 2023 dan 2019, di mana saat itu juga dipengaruhi oleh fenomena iklim El Nino. Namun, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni optimistis, angka karhutla tahun ini tidak melampaui luasan pada 2015.

Dalam paparannya di Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Raja Juli mengatakan luasan karhutla sepanjang Januari-Juli 2026 telah mencapai 202.004,3 hektare. Jumlah itu lebih besar dari luas karhutla Januari-Juli 2023 seluas 92.924 hektare dan 2019 sebesar 137.007 hektare.

“Sudah melebihi 2023, melebihi 2019, tapi dengan gejala El Nino yang tadi hampir sama dengan 2015, ini masih di bawahnya. Itu perjuangan kita,” kata Raja Juli, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (18/8). 

Adapun luas lahan terbakar sepanjang tujuh bulan pertama 2015 mencapai sekitar 600.000 hektare atau hampir tiga kali lipat dari angka di periode yang sama tahun ini. Namun dia yakin, luas karhutla tahun ini akan tetap berada di bawah angka tersebut. 

Sementara itu, dalam kurun waktu 1-13 Agustus 2026, jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi mencapai 844 titik. Paling banyak berada di Sumatra Selatan dengan total 160 titik, disusul Kalimantan Tengah dengan total 156 titik, dan Kalimantan Barat dengan total 144 titik.

Dengan dampak lebih panas dan kering yang dibawa El Nino, kata Raja Juli, asap akibat kebakaran hutan dan lahan pun semakin meningkat. Dia turut ‘mengutip’ laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan karakteristik serupa antara El Nino 2015 dan El Nino 2026.

“Tapi insyaallah kita mempunyai kemampuan, pengalaman yang lebih baik ya, meskipun kondisi El Ninonya sama dengan 2015,” ujarnya. 

Ramalan El Nino Terkuat Sepanjang Sejarah

Sejumlah pakar klimatologi memperingatkan risiko terjadinya El Nino sangat kuat atau Super El Nino, bahkan El Nino terkuat sepanjang sejarah pada 2026-2027 ini.

El Nino terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik menghangat jauh lebih tinggi dari kondisi normal. Pemanasan ini dapat mengubah pola cuaca di berbagai negara. Di Indonesia, dampaknya cuaca yang lebih panas dan kering.

Pakar Klimatologi yang menjabat Kepala Peneliti Iklim di Stripe, Zeke Hausfather, menjadi salah satu yang memperkirakan bahwa El Nino saat ini berpotensi menjadi yang terkuat sejak pencatatan modern dimulai. El Nino 2026-2027 disebut berpotensi mencapai suhu puncak 3,6°C atau sekitar 0,8°C lebih panas dibandingkan rekor El Nino terkuat pada 2015-2016 yang mencapai 2,75°C.

“Berbagai model meramalkan sesuatu yang di luar kami pernah observasi," tulis Zeke dalam analisinya di The Climate Brink, pada Juli lalu. Zeke melakukan analisis dari 14 model prakiraan musim yang berbeda dan hampir seluruhnya menunjukkan puncak median intensitas El Nino di level sangat kuat. 

Pakar Klimatologi dan Perubahan Iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memprediksi Indonesia akan mengalami kondisi sangat kering, setidaknya hingga September 2026.

Ini bersamaan dengan kenaikan El Nino ke intensitas maksimum lebih dari 3°C pada November-Desember 2026.

“Kita semua harus beradaptasi, bersiaplah menyaksikan fenomena Super El Nino terkuat sepanjang sejarah!” ujar Erma, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @ermayulihastin. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...