Kualitas Udara Pontianak, Jambi, Pekanbaru Buruk Pagi Ini Imbas Kebakaran Hutan
Kualitas udara di Kota Pontianak, Kota Jambi, dan Kota Pekanbaru mencapai level sangat tidak sehat pagi ini, Senin (24/8). Dari pantauan situs IQAir pukul 07.44 WIB, kualitas udara ketiganya tergolong sangat tidak sehat dengan poin AQI melampaui 200.
Dalam kategori tersebut, semua orang rentan mengalami efek kesehatan. Oleh karena itu, IQAir menyarankan setiap orang untuk menghindari olahraga di luar ruangan, serta merekomendasikan penggunaan masker polusi di luar ruangan dan hanya keluar rumah jika diperlukan. Sedangkan pada kelompok sensitif, diminta untuk lebih waspada.
"Kelompok yang sensitif seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang dengan penyakit jantung dari paru harus tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas," demikian dikutip dari laman IQAir pada Senin (24/8).
Penurunan kualitas udara di kota-kota tersebut, terjadi seiring terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.
Selain ketiga kota tersebut, beberapa wilayah lainnya juga tercatat memiliki kualitas udara buruk pagi ini. Berikut daftarnya:
- Pontianak, Kalimantan Barat, poin AQI 268 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 193 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Kota Jambi, Jambi, poin AQI 220 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 145,1 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Pekanbaru, Riau, poin AQI 209 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 133,5 µg/m³, masuk kategori sangat tidak sehat,
- Surabaya, Jawa Timur, poin AQI 169 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 81,5 µg/m³, masuk kategori tidak sehat,
- Palembang, Sumatra Selatan, poin AQI 167 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 81 µg/m³, masuk kategori tidak sehat.
Sementara itu, Badung di Bali memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 57. Di susul Semarang di Jawa Tengah dengan poin AQI 77. Namun, kualitas udara keduanya masih tergolong dalam kategori sedang.
Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat hanya mencatatkan poin AQI 15, tepatnya di Bogota, Kolumbia. Berikutnya, ada Vancouver di Kanada dan Kyiv di Ukraina dengan poin AQI 17. Kualitas udara ketiganya masuk kategori baik.
Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, sejumlah kota besar di dunia justru memiliki kualitas udara yang tergolong tidak sehat. Termasuk Kuching di Malaysia, yang terdampak asap karhutla dari Kalimantan, berikut daftarnya:
- Kuching, Malaysia, poin AQI 184 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 102,9 µg/m³, masuk kategori tidak sehat,
- Delhi, India, poin AQI 170 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 82 µg/m³, masuk kategori tidak sehat,
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, poin AQI 163 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 73,2 µg/m³, masuk kategori tidak sehat,
- Baghdad, Irak, poin AQI 162 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 71 µg/m³, masuk kategori tidak sehat,
- Lahore, Pakistan, poin AQI 153 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 59 µg/m³, masuk kategori tidak sehat.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.
