Terapkan ESG, Perusahaan DItantang Seimbangkan Profit dan Lingkungan

Mela Syaharani
17 September 2026, 15:13
ESG
Ilssutrasi AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Acting Executive Director Indonesia Global Compact Network (IGCN), Andi P. Rahim mengungkapkan tantangan terbesar perusahaan dalam menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam bisnisnya terletak pada porsi keseimbangan dengan target keuntungan (profit) yang ingin dicapai.

ESG merupakan sebuah kerangka kerja atau standar yang digunakan untuk mengukur dampak dan kinerja keberlanjutan suatu perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat, serta tata kelolanya.

“Tantangan terbesarnya itu menyeimbangkan antara pertumbuhan (perusahaan) dan memperhatikan alam serta lingkungan. Sampai saat ini belum bisa ditemukan solusi yang paling tepat untuk kedua hal tersebut,” kata Andi dalam sesi diskusi panel ‘Building World Class ESG Companies’ Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Kamis (17/9).

Dia menyebut pada dasarnya tujuan utama perusahaan adalah bisa mengejar target profit, agar bisnis mereka bisa terus berjalan. Namun di sisi lain sebuah perusahaan tidak bisa tumbuh tanpa menerapkan ESG dalam bisnisnya.

Kendati demikian, dia menyampaikan implementasi ESG tidak hanya datang dari aksi perusahaan, namun juga harus didukung oleh regulasi serta kebijakan dari pemerintah untuk bisa memberikan insentif.

Tak hanya tantangan, dalam kesempatan tersebut Andi juga membahas terkait perkembangan penerapan ESG dalam perusahaan. Dahulu, ESG hanya sekadar janji, namun saat ini implementasi ESG merupakan bukti yang bisa diaudit.

“Dahulu laporannya bersifat naratif, sukarela dan cherry-picking data. Sekarang untuk bisa menjadi ESG yang kelasnya global, harus bisa diukur secara evidence-based,” ujarnya.

Selain itu dia juga menyebut investor dan pembeli global tak lagi melihat implementasi ESG dari luar saja tanpa komitmen apapun. Para investor kini menganggap ESG tanpa data hanyalah tindakan greenwashing saja.

“Jadi singkatnya saya ingin sampaikan, untuk menjadi global ESG company itu harus berubah dari sekadar hanya storytelling menjadi lebih kepada accountability terhadap program ESG yang dijalankan,” ucapnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...