Pertamina meraih peringkat teratas ESG dari Sustainalytics dengan skor 23,1, mengungguli 56 perusahaan sejenis dalam pengelolaan risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Skor ESG Pertamina terus membaik dengan penurunan risiko versi Sustainalytics. Capaian ini mengukuhkan Pertamina sebagai peringkat satu dunia sub industri integrated oil and gas.
Masalah etika dalam penilaian ESG tidak hanya terjadi di sisi perusahaan yang membuat komitmen dan pengungkapan ESG, tetapi juga di sisi lembaga pemeringkat.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pada 2015 hanya ada satu produk berbasis ESG, tetapi pada 2025 jumlah produk investasi ini telah berkembang menjadi 26 produk.
BNI meraih penghargaan Environment & Sustainability di ajang Apresiasi ESG 2025, memperkuat posisi sebagai pelopor keuangan berkelanjutan dengan portofolio hijau mencapai Rp192,4 triliun.
BRI meraih dua Platinum dan satu Gold di ASRA 2025 berkat kualitas laporan keberlanjutan yang selaras standar global. Menegaskan kepemimpinannya dalam transparansi dan tata kelola ESG di Asia.