Cerita Implementasi Keberlanjutan Komprehensif ala PepsiCo, Hulu hingga Hilir

Ratu Monita
17 September 2026, 18:05
Sesi From Influence to Impact: Stories of The Green Changers di acara Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Upaya PepsiCo Indonesia dalam sektor ESG mencakup pengembangan petani kentang, penggunaan listrik terbarukan, serta pengolahan kemasan m
Katadata
Sesi From Influence to Impact: Stories of The Green Changers di acara Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Upaya PepsiCo Indonesia dalam sektor ESG mencakup pengembangan petani kentang, penggunaan listrik terbarukan, serta pengolahan kemasan multilayer.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jakarta — Upaya mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga dimulai dari perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, pelaku usaha juga memiliki peran dalam mendorong praktik keberlanjutan melalui berbagai tahapan kegiatan bisnis, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengelolaan produk pasca-konsumsi.

PepsiCo Indonesia, perusahaan yang memproduksi makanan ringan Cheetos, Lay’s, dan Doritos, terus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aktivitas perusahaan, dari hulu hingga ke hilir. Aspek keberlanjutan PepsiCo Indonesia dimulai dari pengadaan bahan baku dan program pengembangan petani lokal, hingga proses produksi di pabrik dan pengelolaan kemasan pasca-konsumsi.

Gabrielle Angriani Johny, Director of Government Affairs, Corporate Communications, and Sustainability PepsiCo Indonesia, menjelaskan bahwa pabrik pertama PepsiCo Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, telah menggunakan listrik terbarukan sejak hari pertama beroperasi.

Selain penggunaan listrik terbarukan, perusahaan juga memperhatikan pengelolaan sampah pasca-konsumsi. Sejak tahun pertama operasionalnya, PepsiCo Indonesia telah bekerja sama dengan beragam mitra, termasuk Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) dan Bali Waste Cycle, untuk mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan pasca-konsumsi dari Lay's, Cheetos, dan Doritos yang terbuat dari plastik multilayer (multilayer plastics), menjadi beragam produk bermanfaat, termasuk kaki palsu dan papan penunjuk arah.

“Untuk kami (PepsiCo Indonesia), aspek sustainability itu diaplikasikan secara menyeluruh di sepanjang rantai pasok kami, dimulai dari pengadaan bahan baku, yang kemudian diolah dan diproduksi di pabrik kami yang menggunakan listrik terbarukan, hingga ke proses pengolahan sampah pasca-konsumsi. Oleh karena itu, model sustainability yang kami terapkan adalah end-to-end,” ujar Gabrielle dalam sesi From Influence to Impact: Stories of The Green Changers di acara Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Rabu (16/9).

Sesi ini turut menghadirkan Co-Founder TS Media Luna Maya dan Co-founder & CEO TS Media Marianne Rumantir sebagai pembicara, serta Policy Advisor ADB Romora Edward Sitorus sebagai moderator.

Program Pengembangan Petani Lokal

Gabrielle juga menjelaskan, penerapan keberlanjutan turut dilakukan dari sisi hulu melalui pengembangan rantai pasok bahan baku. PepsiCo Indonesia berupaya untuk mengembangkan petani kentang Indonesia, termasuk memberikan program pembelajaran dan pelatihan yang detail dan sesuai dengan standar operasional global PepsiCo.

Pengembangan kentang industri dilakukan melalui program bernama "Lay's GrowerConnect" yang tersebar di tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Bandung, Bandung Barat, dan Garut.

Dalam program tersebut, Gabrielle mengungkapkan, pihaknya berupaya memberikan pelatihan dan pendampingan kepada lebih dari 200 petani kentang lokal dalam berbagai tahapan budidaya kentang industri, termasuk persiapan lahan, teknik penanaman, perawatan tanaman, penggunaan pupuk dan pestisida secara efisien, hingga proses panen.

“Kami ingin memberikan added value yang lebih dari sekadar investasi dan penyerapan tenaga kerja. Kami juga ingin mengembangkan petani kentang Indonesia, termasuk memberikan pembelajaran yang detail,” kata Gabrielle.

Menurut Gabrielle, pengembangan petani tersebut menjadi bagian dari pendekatan sustainability yang dilakukan secara menyeluruh. Prinsip keberlanjutan diterapkan sejak awal rantai pasok hingga produk dikonsumsi.

Dengan pendekatan tersebut, PepsiCo Indonesia menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari rantai pasok dari awal hingga akhir, sekaligus mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Perubahan Gaya Hidup Dimulai dari Langkah Sederhana

Gabrielle juga menambahkan bahwa isu sustainability perlu dikomunikasikan dengan narasi yang lebih relevan dan relatable agar masyarakat dapat memahami bahwa perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

Gabrielle melanjutkan bahwa salah satu kebiasaan yang perlu didorong adalah tidak membuang sampah sembarangan. Menurut dia, perubahan perilaku dapat dimulai dari membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan mengingatkan orang-orang di lingkungan sekitar.

“Habit itu yang harus kita ubah. Mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan kita juga bisa membantu mengingatkan orang-orang terdekat untuk melakukan hal yang sama,” kata Gabrielle.

Katadata SAFE 2026 dengan tema ‘The Green Changer’ mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong kolaborasi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan. Acara ini berlangsung pada 16-17 September 2026 di Sudirman Hall, Sequis Tower, SCBD Jakarta.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Arif Hulwan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...