Asap Kebakaran Hutan Memburuk, Ini 5 Wilayah dengan Polusi Udara Berbahaya

Ajeng Dwita Ayuningtyas
14 Oktober 2026, 08:36
asap kebakaran hutan, kalimantan,
ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar
Pengendara motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (11/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polusi udara sejumlah wilayah bertahan di level berbahaya, seiring menguatnya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Asap kebakaran dengan berbagai polutan menyebar di kawasan. Polusi udara terburuk berada di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada pagi ini, Rabu (14/10).

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pukul 07.43 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Katingan tembus 3.224 dan masuk kategori berbahaya. 

Kondisi tersebut, menurut KLH, dapat merugikan kesehatan secara serius pada populasi dan membutuhkan penanganan yang cepat. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. 

"Kelompok sensitif tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Setiap orang menghindari semua aktivitas di luar ruangan," demikian keterangan tertulis KLH, pada Rabu (14/10).

Sebagai informasi, merujuk pada data SiPongi Kementerian Kehutanan pada Senin (12/10) malam, titik panas atau hotspot secara nasional mencapai 1.085 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Titik panas di Kalimantan Tengah meningkat dari 74 titik menjadi 227 titik dan Sumatra Selatan meningkat dari 121 titik menjadi 147 titik panas. 

Titik panas baru menunjukan lokasi dengan suhu lebih tinggi dari area sekitarnya dan perlu pengecekan lapangan untuk memastikannya. 

Asap karhutla mengandung berbagai zat berbahaya, seperti partikel halus PM2,5 dan PM10, karbon monoksida, karbon dioksida, serta senyawa lain hasil pembakaran tidak sempurna. Partikel halus memiliki ukuran sangat kecil hingga berpotensi masuk ke saluran pernapasan, menyebabkan iritasi, peradangan, atau gangguan fungsi pernapasan.

Tak hanya di Kabupaten Katingan, kualitas udara berbahaya juga ditemui di beberapa wilayah lain. Berikut daftarnya:

  1. Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 3.224 dengan polutan utama PM10
  2. Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 2.938 dengan polutan utama PM10
  3. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.300 dengan polutan utama PM10
  4. Kota Palembang, Sumatra Selatan, nilai ISPU 921 dengan polutan utama PM10
  5. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 779 dengan polutan utama PM10 

Nilai ISPU tergolong "baik" berada dalam rentang 0-50. Artinya, tidak memberi efek negatif bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan di luar ruangan. Nilai ISPU "sedang" berada pada rentang 51-100, menjadi tanda agar kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan paru untuk berhati-hati beraktivitas di luar ruangan. 

Sementara itu, nilai ISPU untuk level "tidak sehat" berada dalam rentang 101-200. Di tingkat ini, semua orang diminta waspada dan mengurangi aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan. Nilai ISPU akan mencapai level "sangat tidak sehat" pada rentang 201-300. Di taraf ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas fisik terlalu lama di luar ruangan.

Kualitas udara menjadi tergolong berbahaya ketika nilai ISPU-nya lebih dari 300. Pada level ini, semua orang diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Sebab, tingkat kualitas udara berbahaya dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang cepat.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...