Kebakaran Berlanjut di TN Tanjung Puting, Bagaimana Kondisi Orangutan?
Api kebakaran hutan dan lahan masih membakar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kalimantan Tengah. Di antara kepungan api dan asap, 14 orangutan tercatat mendatangi camp Tanjung Harapan dalam kondisi sehat, pada Minggu (25/10) sore.
Feeding platform camp Tanjung Harapan juga tidak sepenuhnya bebas dari api. Mengutip unggahan Instagram Orangutan Foundation International (OFI) Indonesia, asap mulai menyelimuti feeding camp Tanjung Harapan, setelah api merambat di area belakang camp pada Sabtu (24/10).
“Meskipun dalam situasi yang menantang, aktivitas pemantauan terus dilakukan. Hari ini, tercatat ada 13 individu orangutan yang datang ke feeding platform dan 1 orangutan ke area camp dengan kondisi terpantau sehat,” kata OFI dalam unggahan Instagramnya, pada Minggu (25/10).
Sebagai informasi, feeding platform merupakan area khusus yang dibuat di dalam kawasan TNTP, untuk monitoring dan menyediakan dukungan tambahan pakan, seperti buah-buahan, bagi orangutan. Terdapat tiga area feeding platform camp di TNTP, yaitu Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Leakey.
Orangutan jantan dewasa dominan atau biasa disebut raja orangutan di TNTP, Roger, juga terpantau bertahan di tengah kebakaran. Dalam video unggahan relawan OFI di Tanjung Puting, Udin, Roger berdiam di pohon dan mengamati area sekitarnya yang telah hangus.
“Di tengah kebakaran yang menghancurkan rumahnya, Roger masih diberi kesempatan untuk bertahan hidup. Namun, melihatnya kebingungan setelah kehilangan tempat tinggalnya sungguh menyayat hati,” ujar Udin dalam akun Instagramnya @din_khoirul.
Sementara itu, di feeding camp Pondok Tanggui TNTP, Udin yang bertugas di area tersebut menyampaikan bahwa kondisinya masih aman dari jangkauan api. “Semoga api tidak sampai ke area camp kami dan kondisi ini tetap bertahan,” ujar dia.
Titik Pemadaman Prioritas
Kementerian Kehutanan mengungkap kawasan TNTP terus diprioritaskan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, melalui koordinasi dengan berbagai unsur terkait. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan, keselamatan orangutan dan satwa lainnya turut menjadi perhatian.
“Pemantauan habitat dan pergerakan satwa terus dilakukan, sementara tindakan penyelamatan maupun evakuasi dilaksanakan berdasarkan penilaian petugas yang berwenang,” ujar Ristianto kepada Katadata, pada Sabtu (24/10) malam.
Namun, dia tidak merinci berapa satwa dalam pemantauan maupun yang sudah dievakuasi. “Kondisi satwa dan jumlah yang dievakuasi akan disampaikan berdasarkan data resmi yang telah terverifikasi,” ujarnya.
