Analisis penyebab Karhutla di Kalimantan mengungkap kombinasi faktor El Niño dan ekspansi korporasi sawit, bukan dikotomi tunggal yang saling mengecualikan.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat mengonfirmasi kematian orang utan bernama Sempurna yang sebelumnya ditemukan lemah dan mengalami gangguan pernapasan imbas dari paparan asap karhutla