Luhut Janji Tak Buat Aturan yang Mencederai Anak-Cucu via Energi Baru

Image title
19 November 2019, 15:04
Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi Panel Institute Essential Services Reform (IESR) bertema Strategi Indonesia Menuju Perekonomian Nir Emisi 2050 yang dihelat di Jakarta, pada Selasa (19/11/2019). Dal
Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi Panel Institute Essential Services Reform (IESR) bertema Strategi Indonesia Menuju Perekonomian Nir Emisi 2050 yang dihelat di Jakarta, pada Selasa (19/11/2019). Dalam kesempatan tersebut, Luhut menekankan pentingnya energi baru terbarukan (EBT).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan tegas menyatakan pemerintah tidak akan mengorbankan lingkungan demi kemajuan ekonomi. Pemerintah justru mendukung penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Penggunaan EBT penting untuk generasi selanjutnya. Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan energi baru terbarukan dan konsisten melaksanakannya. "Saya garis bawahi di sini, saya tidak akan pernah membuat kebijakan yang mencederai anak cucu saya,” kata Luhut dalam Diskusi Panel Institute Essential Services Reform (IESR) bertema Strategi Indonesia Menuju Perekonomian Nir Emisi 2050, Jakarta, Selasa (19/11).

Potensi dari EBT di Indonesia memang sangat besar, namun pemanfaatanya masih minim. Seperti cadangan panas bumi yang tersedia mencapai 17,5 gigawatt (GW), namun pemanfaatannya baru sebesar 1,95 GW.

Ada juga microhydro yang memiliki potensi sebesar 94,3 GW, namun pemanfaatannya hanya sebesar 0,03 GW. Begitu pun dengan potensi bio energi yang mencapai 32,6 GW tapi pemanfaatannya hanya 1,859 GW.

Melihat minimnya pemanfaatan energi baru terbarukan, Luhut mengajak generasi muda untuk menelisik masalahnya sekaligus menggali potensinya. "Setelah diidentifikasi masalahnya, tentukan siapa dan berbuat apa. Di era kalian yang akan menikmatinya,” ujar Luhut.

(Baca: Pertamina Klaim Miliki Kapasitas Panas Bumi Terbesar Keenam di Dunia)

Sejauh ini pemerintah memiliki program biodiesel untuk meningkatkan pemenuhan EBT non-listrik. Program tersebut dimulai sejak 2006 dengan mengimplementasikan biodiesel 7,5% (B7,5), kemudia pada 2018 ditingkatkan menjadi B20 dan ditargetkan mencapai B50 pada 2020.

“Setelah B20, nanti per 1 Desember kami akan buat B30, tahun depan kami akan buat B40, lanjut B50, kemudian B100,"ujar Luhut.

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...