PLN Ajak Startup Indonesia Kolaborasi Kembangkan Sektor Terbarukan
PT PLN (Persero) mengajak para startup di Indonesia untuk menjalin kolaborasi bersama dengan ekosistem perseroan. Salah satunya dalam memecahkan hambatan transisi energi yang dihadapi PLN.
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan PLN masih memiliki sejumlah kekurangan dan permasalahan dalam menjalankan program transisi energi. Untuk itu, PLN mengajak Startup agar bisa menutupi kekurangan tersebut.
“Tahun ini kami mengadakan PLN Startup Day untuk membuka ruang bagi para Startup agar memanfaatkan potensi yang ada di PLN, dan mereka bisa melengkapi kekurangan kami, karena kami tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Darmawan saat ditemui dalam acara Startup Day Connext Powered by PLN, di Jakarta, Selasa (12/12).
Darmawan menjelaskan, PLN mengajak para Startup di Indonesia untuk mengisi ruang-ruang kosong atau melengkapi kekurangan yang dimiliki oleh PLN dengan cara berinovasi. Startup yang terlibat merupakan mereka yang memanfaatkan energi bersih untuk mengakselerasi transisi energi di tanah air.
“Kami menawarkan kepada para Startup bahwa ada ruang kosong yang bisa diisi. Maka mari berinovasi bersama sama, dan beralih dari penggunaan bahan bakar fosil menjadi energi bersih,” kata dia.
Dia mengatakan, PLN memiliki potensi yang sangat tinggi untuk diajak berkolaborasi. Pasalnya, PLN telah memiliki 85 juta pelanggan dengan aset lebih dari US$ 110 miliar.
Adapun dalam agenda PLN Startup Day, PLN mengundang lebih dari 50 Startup untuk membahas bersama inovasi di tiga bidang sebagai berikut:
-Customer Focused dan Smart Ecosystem, yang nantinya akan bersama-sama membangun inovasi dalam Smart City, Smart Industrial Estate, Smart Living, Smart Building, dan PLN Mobile.
-Alternative Energy untuk pengembangan inovasi teknologi Waste to Energy, Renewable, Energy Storage.
-Shared Economy Model untuk inovasi dalam hal Logistic, Warehouse, dan Agritechnology.
Berikut beberapa Startup di sektor energi bersih yang nantinya akan berkolaborasi dengan PLN:
1. Akar Farm
Startup ini berjalan di sektor Agriculture Technology, di mana mengembangkan, manufaktur, dan mendistribusikan full-stack modular (knock down) indoor framing sebagai solusi dari ketahanan dan akselerasi kestabilan pangan di Indonesia.
Berbeda dari alat pertanian konvensional lainnya, alat ini dapat menumbuhkan tumbuhan secara optimal di dalam ruangan dengan panjang dan lebar 1,5x0,5 m dan tanpa matahari. Kemudian, Akar Farm juga memproduksi Golden Gear yang merupakan salah satu varian orisinil dari akar untik menumbuhkan melon dalam ruangan sebanyak 30 buah.
2. FisTx
FisTx merupakan Starup yang mengembangkan teknologi perikanan berbasis tekonologi. FisTX adalah teknologo dalam disingektan, dimana mengubah old mindset dari penggunaan bahan bakar kimia dan beresidu, menjadi menggunakan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi.
3. Astrobike
Astrobike adalah Startup yang bergerak dibidang teknologi transportasi ramah lingkungan, yaitu kits konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik. Perusahaan ini telah berhasil mengkonversi sebanyak 800 sepeda, dan 20 motor, serta 15 becak pada tahun ini.
