Polusi Udara Tingkatkan Risiko Kerapuhan di Usia Tua
Riset terbaru menemukan polusi udara tidak hanya memperburuk kesehatan pernapasan, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup lansia.
Peneliti dari Dalhousie University, Zahra Jafari, menjelaskan polusi udara juga berdampak pada kerapuhan tubuh (frailty) terutama di kalangan lansia. Ini merupakan kondisi kesehatan serius yang harus mendapat perhatian segera, terutama dengan meningkatnya populasi lanjut usia.
“Frailty terkait dengan kerentanan tinggi, hilangnya kemandirian, serta biaya kesehatan yang meningkat. Namun penting dicatat, kondisi ini bukan takdir yang tak terelakkan frailty bisa ditunda, dicegah, bahkan dipulihkan,” ujarnya dilansir dari The Guardian, Jumat (3/10).
Tinjauan ini menganalisis 10 studi dari 11 negara, termasuk China, Inggris, Swedia, Afrika Selatan, dan Meksiko. Hasilnya menunjukkan paparan polusi partikel di udara luar berkaitan dengan meningkatnya risiko frailty. Dua studi bahkan mengungkapkan pria lebih rentan dibanding perempuan. Di Inggris, sekitar 10-20% kasus frailty diperkirakan terkait langsung dengan polusi udara.
Selain polusi udara, faktor lingkungan lain juga memberi kontribusi signifikan. Paparan asap rokok dari orang lain (perokok pasif) ditemukan meningkatkan risiko frailty hingga 60%. Sementara penggunaan bahan bakar padat untuk memasak atau pemanas rumah juga terbukti menambah risiko, meski lebih rendah dibandingkan paparan asap rokok.
Otto-Emil Jutila dari University of Edinburgh menekankan pentingnya lingkungan sehat untuk mengurangi risiko. Menurutnya udara bersih, energi rumah tangga yang ramah lingkungan, dan area bebas asap rokok sangat penting, terutama bagi komunitas yang paling terpapar.
"Karena frailty bisa dipulihkan, mengurangi paparan polusi dapat memperpanjang kemandirian lansia dan meringankan beban layanan kesehatan,” katanya.
