Indonesia-Jerman Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi Lingkungan
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan sepakat memperkuat kerja sama bidang kehutanan, konservasi, dan pembiayaan lingkungan dengan Pemerintah Jerman.
Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Parliamentary State Secretary untuk Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Bärbel Kofler, di Jakarta, Jumat (31/10).
Menurut Raja Juli, hutan tropis Indonesia memiliki peran penting tidak hanya untuk pembangunan nasional, tetapi juga untuk stabilitas iklim global.
“Kami berkomitmen menjaga hutan melalui kebijakan yang kuat dan kerja sama internasional,” ujar Raja Juli dikutip dari keterangan resmi Kementerian Kehutanan pada Sabtu (1/11).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tiga fokus utama kerja sama ke depan, yakni pengembangan area preservasi yang melibatkan masyarakat dan sektor swasta, inovasi pembiayaan konservasi, serta Inisiatif Reconnect Borneo, proyek konservasi lintas batas di Kalimantan, Sabah, dan Sarawak.
Inovasi pembiayaan konservasi mencakup biodiversity credits dan kemitraan publik-swasta di lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi.
Soroti Program Perhutanan Sosial
Raja Juli juga menyoroti program Perhutanan Sosial, yang memberi hak kelola kepada masyarakat adat di lebih dari 8,3 juta hektare hutan, termasuk 1,4 juta hektare hutan adat. Menurut Bärbel Kofler, hal ini menjadikan Indonesia sebagai contoh penting dalam upaya mencapai target penurunan emisi global.
“Kami melihat langsung di Kalimantan bagaimana masyarakat berperan besar dalam melindungi hutan. Indonesia menjadi contoh penting dalam upaya mencapai target penurunan emisi global,” jelasnya.
Kementerian Kehutanan menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mencapai target Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) seluas 10 juta hektare dan membuka peluang investasi hijau melalui kebijakan Nilai Ekonomi Karbon.
“Kemitraan Indonesia-Jerman adalah wujud nyata kerja bersama untuk menjaga bumi dan menyejahterakan rakyat,” kata Raja Juli.
