PLN Siap Garap SPKLU Truk Listrik, Rest Area Tol Cipularang Jadi Percontohan

Ajeng Dwita Ayuningtyas
23 Juli 2026, 16:05
Truk listrik
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.
Pengendara bersiap mengisi daya kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN, Gambir Jakarta, Senin (25/5/2026). Realisasi pembangunan SPKLU di Indonesia telah mencapai 5.000 unit yang tersebar di 3.162 titik lokasi guna memperluas ekosistem kendaraan listrik di tanah air.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT PLN (Persero) berencana membangun pilot project stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) pertama untuk truk listrik guna mengimbangi proses elektrifikasi yang mulai bergeliat di sektor kendaraan berat. 

Direktur Ritel dan Niaga PT PLN (Persero) M. Fahrur Rozy menjelaskanpilot project itu akan dibangun di KM 88A Tol Cipularang.  Proyek ini digarap bersama Jasa Marga, BPI Danantara, perusahaan penyedia dan pengelola jalan tol, serta BUMN lainnya.

“Karena kembali lagi, saat capex-nya masih tinggi, kita harus memastikan benefit bagi pelaku usaha juga masih ada, terutama dari sisi operasional sehingga mereka mau beralih ke EV,” kata Fahrur, dalam diskusi Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026, pada Kamis (23/7).

Pernyataan Fahrur turut menggarisbawahi analisis World Resources Institute (WRI) Indonesia, bahwa rata-rata harga truk listrik di Indonesia mencapai 2-3,5 kali lebih tinggi dibandingkan truk konvensional. Hal ini pula yang seringkali menghambat keputusan pelaku usaha untuk beralih ke truk listrik.

Fahrur lalu menyampaikan saat ini PLN telah menjadi supplier bagi salah satu perusahaan pertambangan di Kalimantan, yang mengadopsi kendaraan berat listrik untuk operasionalnya. Total ada lima lokasi SPKLU yang listriknya disuplai PLN.

“Totalnya ada 150 (truk) kemudian eskavator dia ada 23,” ucapnya.

PLN diketahui tengah mendekati sembilan perusahaan tambang lainnya untuk menggaetnya dalam kerja sama serupa. “Estimasi di 2026 ini kita ada 36 GW demand, sampai nantinya di 2030 ada 160 GW. Dan ini sudah kita perhitungkan dalam perencanaan PLN,” kata Fahrur.

Menurut dia, ini menjadi bukti kesiapan PLN untuk mengiringi perkembangan elektrifikasi kendaraan berat di Indonesia. Hal ini dibarengi dengan pengembangan energi bersih yang telah tercatat di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2025-2034. Harapannya ke depan, kendaraan listrik akan disuplai oleh listrik bersih. 

Adapun saat ini PLN telah menyediakan 92.112 SPKLU home chargers; 619 SPKLU roda dua; 5.016 SPKLU roda empat; serta 1.133 stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) di seluruh Indonesia.

Harga Truk Listrik Masih Mahal

Sementara itu,  World Resources Institute (WRI) Indonesia menyebut meskipun biaya energi truk listrik jauh lebih hemat ketimbang truk biosolar, tetapi investasi besar di awal menjadi tantangan bagi pengguna. Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi menjelaskan, hasil analisis lembaga riset itu menunjukkan bahwa biaya energi per 100 km truk biosolar (subsidi) mencapai Rp113 ribu, sementara truk listrik hanya sekitar Rp72 ribu. Selisihnya pun akan lebih tinggi ketika dibandingkan dengan biaya energi truk solar non-subsidi.

“Elektrifikasi kini semakin masuk akal secara ekonomi,” kata Nirarta, dalam sambutannya di Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026, pada Kamis (23/7).

Di samping itu, elektrifikasi diprediksi bisa menekan emisi CO2 dari truk yang selama ini cukup mendominasi di sektor transportasi darat. Perhitungan WRI Indonesia, ada 6,28 juta unit truk di Indonesia atau sekitar 3,7% dari total kendaraan darat. Namun, emisi yang dihasilkan mencapai 43,6 miliar kg CO2eq pada 2024 atau sepertiga dari jumlah emisi kendaraan darat. Artinya, jumlah unitnya cenderung sedikit, namun emisinya realtif tinggi.

Akan tetapi, untuk mencapai level hemat dan ramah lingkungan tersebut, ada investasi tinggi yang harus digelontorkan. Sebab, harga truk listrik saat ini masih 2-3 kali lebih tinggi dibandingkan truk konvensional. Ini satu hal yang cukup membatasi keputusan pelaku usaha untuk beralih ke truk listrik.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...