Menang Lelang, India Peroleh Harga Listrik Tenaga Surya Termurah

Image title
22 September 2025, 09:47
India
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
Petugas membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on grid
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Madhya Pradesh, salah satu negara bagian di India tengah, mencatatkan sejarah baru karena berhasil memperoleh harga listrik tenaga surya terendah sepanjang masa yang dilengkapi dengan penyimpanan baterai.

Dalam lelang energi bersih yang digelar baru-baru ini, CEIGALL India dan ACME Solar keluar sebagai pemenang tender. Keduanya akan memasok listrik bersih ke Madhya Pradesh dengan harga masing-masing 2,70 rupee atau sekitar 3 sen AS per kWh, dan 2,764 rupee per kWh.

“Harga ini menjadi bukti bahwa energi terbarukan dengan sistem penyimpanan dapat lebih murah dibandingkan listrik berbasis batu bara,” kata Manu Srivastava, pejabat senior di Departemen Listrik dan Energi Terbarukan Madhya Pradesh dikutip dari Reuters, Senin (22/9).

Proyek tersebut terdiri dari dua unit pembangkit dengan kapasitas masing-masing 220 megawatt. Pada siang hari, listrik dihasilkan dari panel surya, sementara malam harinya pasokan listrik bersumber dari baterai yang diisi tenaga surya. 

Pada pagi hari, sebelum panel mendapat cukup cahaya, baterai juga dapat diisi ulang dengan listrik malam hari dari jaringan yang tarifnya lebih murah. Madhya Pradesh berencana mengembangkan proyek penyimpanan energi dengan durasi lebih panjang, dengan target menghadirkan listrik terbarukan selama 24 jam penuh dengan harga yang bersaing dengan listrik batu bara.

Capaian ini sejalan dengan ambisi India untuk memperluas kapasitas energi non-fosil hingga 500 gigawatt pada 2030. Meski demikian, batu bara masih menjadi strategi utama energi India karena kebutuhan pasokan listrik stabil di luar jam produksi surya serta keterbatasan proyek penyimpanan yang ekonomis dan layak dijalankan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...