Jalur Berubah Pascabencana: Gajah Mati Tersetrum Listrik, Warga Tewas Terinjak
Konflik gajah dan manusia kembali memakan korban di Aceh. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengabarkan bangkai gajah Sumatra ditemukan oleh warga di area kebun di Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah.
Gajah berjenis kelamin betina dan berusia sekitar 20 tahun tersebut diduga mati pada Jumat (20/2). Penyebabnya, tersengat kawat yang dialiri listrik bertegangan tinggi. Saat ditemukan, belalai gajah masih terlilit kawat.
“Pemasangan kawat berarus listrik tegangan tinggi membawa risiko besar yang tidak hanya membahayakan satwa liar, tapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata melalui keterangan tertulis, dikutip pada Senin (23/2).
Di waktu yang berdekatan, seorang warga meninggal diduga akibat terinjak gajah di Desa Pantan Lah, Kabupaten Bener Meriah. Korban bernama Musahar (53), sempat dilarikan ke RSU Bireuen Medical Center untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tak dapat diselamatkan akibat luka serius di dada dan rahang.
Menurut keterangan istri dan anak korban, insiden tersebut terjadi ketika mereka tengah menginap di pondok kebun jagung, sekitar tiga kilometer dari pemukiman. Pada Sabtu (21/2) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, Musahar menemukan jejak gajah liar di sekitar pondok, lalu berinisiatif mengikuti jejak tersebut.
Tak lama berselang, terdengar raungan gajah sebanyak tiga kali dari arah lokasi korban ditemukan. Istri korban segera menghubungi anaknya untuk memeriksa kondisi korban. Setelah diperiksa, korban ditemukan sudah tergeletak dengan luka injakan di bagian dada dan rahang, diduga karena injakan gajah liar.
BKSDA Aceh menyebut ada beberapa faktor penyebab kemunculan gajah liar di area perkebunan dan pemukiman di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Pertama, kerusakan pagar listrik yang berfungsi sebagai pembatas.
Faktor lainnya, perubahan jalur jelajah gajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor. Akibat kondisi ini, BKSDA Aceh mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di area konflik gajah dan manusia, serta tidak menghalau gajah secara mandiri.
“Bila menemukan jejak atau keberadaan gajah di sekitar pemukiman, segera lapor ke petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan. Kami meminta masyarakat tetap waspada demi menghindari terulangnya kejadian serupa," ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh Irwansyah.
