Kematian Anak Gajah Sumatra dan Hitung Mundur Populasi
Gajah Sumatra berguguran. Bangkai seekor anak gajah sumatra berusia kurang dari lima tahun terkapar di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Bagian kaki anak gajah terluka dan membusuk sehingga dikerubungi lalat.
Balai Taman Nasional Tesso Nilo melaporkan, bangkai ditemukan di area Resort Lancang Kuning pada Kamis (26/2), sekitar Pukul 12.00 WIB. Kepolisian Daerah Riau kemudian mendatangi lokasi bersama unsur reserse dan laboratorium forensik.
Dugaan penyebab kematian adalah infeksi akibat jeratan tali, namun tim medis masih memeriksa untuk kepastiannya. Anak gajah diperkirakan telah mati lebih dari seminggu.
“Hasil sementara, kaki gajah tersebut ada bekas jeratan dan talinya juga masih utuh,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dikutip dari siaran pers pada Jumat (27/2).
Bertubi-tubi Gajah Mati Tak Alami, Populasinya Semakin Kritis
Ini adalah berita kematian gajah ketiga di Katadata, sepanjang tahun ini. Baru pekan lalu, seekor gajah betina berusia sekitar 20 tahun ditemukan tewas di area kebun Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengungkapkan, penyebab kematian gajah adalah sengatan kawat yang dialiri listrik bertegangan tinggi. Saat ditemukan, belalai gajah masih terlilit kawat.
Di awal Februari, BKSDA Riau melaporkan temuan gajah jantan mati tanpa kepala di area kerja PT Riau Andalan Pulp and Paper di Blok Ukui, Pelalawan. Indikasinya mengarah pada perburuan liar. “Hilangnya bagian kepala menunjukkan indikasi kuat adanya perburuan liar,” ujar Kepala BKSDA Riau Supartono.
Bencana besar banjir dan longsor Sumatra pada November-Desember tahun lalu, juga dilaporkan menyebabkan tewasnya aneka satwa, termasuk gajah. Populasi gajah Sumatra betul-betul kritis. Sebelum bencana saja, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut populasi gajah Sumatra hanya tersisa sekitar 1.100 ekor.
Mengutip lembaga non-pemerintah yang fokus pada konservasi satwa WWF, terdapat dua jenis spesies gajah di Indonesia, yakni gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) dan gajah Borneo (Elephas maximus borneensis). Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), kedua spesies tersebut dalam status sangat terancam punah atau critically endangered.
