Sejumlah Wilayah Kalimantan Masih Terkepung Polusi Udara Imbas Karhutla
Sejumlah wilayah di Kalimantan masih terkepung kualitas udara berbahaya Senin (7/9). Sebagian besar dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi partikel padat berukuran sangat kecil, yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masif di pulau tersebut.
Merujuk situs IQAir, poin AQI di beberapa titik Kalimantan melampaui 300. Kondisi tersebut membuat semua orang berisiko mengalami efek kesehatan.
Oleh karena itu, IQAir menyarankan setiap orang untuk menghindari olahraga di luar ruangan, serta merekomendasikan penggunaan masker polusi di dalam dan luar ruangan.
Masyarakat juga dianjurkan hanya keluar rumah jika diperlukan, memperhatikan arahan otoritas kesehatan setempat, dan memastikan hunian tetap tertutup untuk menghindari udara tercemar.
"Setiap orang berisiko tinggi mengalami iritasi parah dan efek kesehatan negatif yang dapat memicu penyakit pernapasan dan kardiovaskular," demikian dikutip dari laman IQAir, pada Senin (7/9).
Berikut sejumlah lokasi dengan kualitas udara mencapai level berbahaya:
- Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, poin AQI 689 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 420,4 µg/m³
- Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, poin AQI 647 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 399,3 µg/m³
- Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah poin AQI 579 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 365,2 µg/m³
- Kota Pontianak, Kalimantan Barat, poin AQI 464 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 307,5 µg/m³
- Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, poin AQI 332 dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 241,1 µg/m³
Asap karhutla yang menyeberang hingga ke wilayah Malaysia juga berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah. Di Kuching, Sarawak, Malaysia, kualitas udara tercatat tidak sehat dengan poin AQI mencapai 192.
Dengan poin AQI tersebut, konsentrasi PM2,5 di Kuching mencapai 114 µg/m³. Sementara itu di Kuala Lumpur, kualitas udara juga tergolong tidak sehat dengan poin AQI 174. Konsentrasi PM2,5 di Kuala Lumpur mencapai 87,9 µg/m³.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.
