Produsen Wardah Paragon: ESG Bukan Beban, tapi Pendorong Inovasi Bisnis
Director of Corporate Affairs PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) Astri Wahyuni menilai penerapan environmental, social, and governance (ESG) bukan beban, tetapi pendorong inovasi bisnis.
Menurut Astri, ESG menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis ParagonCorp yang bergerak di industri kecantikan, mulai dari kosmetik, skincare, hingga perawatan tubuh dan rambut. Perusahaan menaungi sejumlah merek seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Putri.
“ESG bukan trade-off, namun menjadi faktor pendukung. Ketika kami mulai membuat produk atau inisiatif, (keberlanjutan) harus menjadi pertimbangan mendasar sehingga di situ-lah letak elemen inovasi,” kata Astri dalam sesi diskusi panel Building World Class ESG Companies di Katadata SAFE 2026, Jakarta, Kamis (17/9).
Dia memandang ESG sebagai salah satu pendorong agar perusahaan tetap relevan di tengah tantangan lingkungan saat ini. “(ESG) ini justru menjadi elemen excitement, pendorong bagaimana Paragon bisa terus relevan, bisa terus melakukan inovasi yang berbasis keberlanjutan,” ujarnya.
Salah satu penerapan ESG ParagonCorp dilakukan dalam rantai pasok nilam di Sulawesi yang menjadi bahan baku parfum. Perusahaan melibatkan ratusan petani dalam program yang menerapkan regenerative agriculture dan telah tersertifikasi For Life oleh Ecocert.
“Kami berpikir untuk membuat produk, namun keberadaan nilamnya tetap lestari. Paragon memiliki program pemberdayaan agar pasokan-nya tetap terjaga melalui penerapan regenerative agriculture. Setelah empat kali panen maka akan ada tanaman pengganti,” kata Astri.
