Asap Karhutla Masih Selimuti Sumatra hingga Papua, Negara Jiran Ikut Terdampak

Ajeng Dwita Ayuningtyas
12 Oktober 2026, 09:19
Karhutla
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/tom.
Foto udara kawasan Pasar Jambi saat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Jambi, Jambi, Sabtu (10/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Indonesia. Kualitas udara di beberapa daerah pun memburuk hingga mencapai level berbahaya, sementara asap kebakaran turut menyebar ke negara tetangga. 

Mengutip prediksi sebaran partikulat kabut asap Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per Senin (12/10) pukul 07.50 WIB, kabut asap tak hanya terlihat di sebagian Sumatra dan seluruh Kalimantan. Melainkan juga meluas dari Papua menuju pulau-pulau dan perairan sekitarnya. 

Peta Sebaran Kabut Asap Karhutla RI 11 Oktober 2026
(Prediksi sebaran partikulat kabut asap karhutla, Senin (12/10) pukul 11.00 WIB. Sumber: BMKG).

Peta tersebut memerah dibandingkan kondisi pada Agustus lalu, di mana sebaran kabut asap terkonsentrasi di wilayah Kalimantan. 

Sementara bila merujuk pada data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara wilayah-wilayah merah pada peta mencapai level tidak sehat, hingga berbahaya. Yang terparah pagi ini, Senin (12/10), adalah Kabupaten Barito Kuala di Kalimantan Selatan dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hampir 6.000 dan masuk kategori berbahaya.

Selain Barito Kuala, sejumlah wilayah lainnya pun memiliki kualitas udara serupa, terutama di Kalimantan Tengah. Berikut daftar singkatnya:

  1. Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 5.987 dengan polutan utama PM10
  2. Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 5.524 dengan polutan utama PM10
  3. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 4.250 dengan polutan utama PM10
  4. Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 3.461 dengan polutan utama PM10
  5. Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 2.942 dengan polutan utama PM10
  6. Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 2.302 dengan polutan utama PM10
  7. Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 1.644 dengan polutan utama PM10
  8. Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, nilai ISPU 838 dengan polutan utama PM10
  9. Kota Palembang, Sumatra Selatan, nilai ISPU 582 dengan polutan utama PM10
  10. Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, nilai ISPU 396 dengan polutan utama PM2,5

Asap Masih Menyambangi Negara Tetangga

Seperti yang terlihat dalam prediksi BMKG, kabut asap dilaporkan masih menyambangi sejumlah wilayah di negara tetangga. Di Malaysia misalnya, sekolah-sekolah di beberapa negara bagian dan ibu kota federal ditutup karena kabut asap karhutla dari Indonesia yang membawa kualitas udara tidak sehat. 

Melansir Reuters, daerah yang terdampak meliputi negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor di Semenanjung Malaysia. Selain itu, Kuala Lumpur dan pusat administrasinya di Putrajaya ikut terdampak. Sekolah di Distrik Rompin, negara bagian Pahang, juga ditutup.

“Saya telah meminta semua departemen pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau situasi kabut asap dan mengambil tindakan segera jika situasinya membutuhkannya," kata Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek.

Kabut asap juga menyelimuti gelaran balap FI di Singapore akhir pekan lalu, meskipun penyelenggara mengatakan kabut tersebut tidak mengganggu berjalannya acara.

“Tidak ada indikasi bahwa ini akan menjadi masalah sama sekali,” kata CEO Formula One Management Ltd Stefano Domenicali, dikutip dari Bloomberg.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...