Ilmuwan Temukan Mutasi Baru dari Varian Virus Corona di Inggris

Mutasi virus corona yang berasal dari varian baru di Inggris mirip dengan varian di Afrika Selatan dan Brasil. Hal itu membuat penanganan pandemi menjadi lebih rumit meski sudah ada vaksin Covid-19.
Image title
3 Februari 2021, 14:21
varian baru virus corona, mutasi virus, virus corona, covid-19, pandemi corona, pandemi, vaksin virus corona, internasional, gerakan 3M
ANTARA FOTO/REUTERS/Phil Noble/hp/cf
Foto: Phil Noble. Warga berjalan melewati ilustrasi virus di Oldham, Britain, Senin (3/8/2020). Ilmuwan menemukan mutasi virus dari varian baru di Inggris.

Sejumlah ilmuwan menemukan mutasi baru varian virus corona di Inggris pada sejumlah kecil kasus Covid-19. Mutasi virus itu mirip dengan varian Afrika Selatan dan Brasil yang dapat mengurangi kemanjuran vaksin virus corona.

Public Health England (PHE) mengatakan ada 11 laporan varian Inggris yang menampilkan mutasi E484K. Sebagian besar kasus berada di wilayah barat daya Inggris.

Mutasi E484K terjadi pada spike protein virus corona. Mutasi tersebut menimbulkan kekhawatiran internasional karena mirip dengan varian Afrika Selatan dan Brasil. Hal itu sekaligus menunjukkan betapa rumitnya membatasi penularan virus bahkan setelah vaksin virus corona diluncurkan. 

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan masih terlalu dini untuk memberi tahu dampak varian pada vaksin. "Kita harus terus bertindak dengan hati-hati, paling tidak terhadap tantangan baru yang ditimbulkan oleh varian baru virus corona," kata Hancock kepada anggota parlemen. 

Beberapa penelitian laboratorium telah menemukan bahwa vaksin dan terapi antibodi kurang efektif melawan varian Afrika Selatan. Padahal bukti awal menunjukkan bahwa vaksin bekerja dengan baik terhadap varian virus Inggris, sebelum muncul mutasi E484K.

Dengan kondisi tersebut, Inggris mulai melaksanakan tes dari rumah ke rumah. Targetnya sebanyak 80.000 orang di delapan wilayah bakal dites untuk melacak varian baru terutama dari Afrika Selatan.

“PHE memantau situasi dengan cermat dan melaksanakan semua intervensi kesehatan masyarakat yang diperlukan, termasuk meningkatkan pelacakan kontak dan langkah-langkah pengendalian,” kata juru bicara PHE dikutip dari Reuters pada Rabu (3/2).

Pemerintah Inggris mengambil kebijakan tersebut setelah ditemukan 11 orang di berbagai wilayah dinyatakan positif Covid-19 dan memiliki varian Afrika Selatan tanpa memiliki hubungan dengan orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke sana.

Secara total, Inggris telah menemukan 105 kasus varian. Kecuali 11 orang tersebut, semua kasus varian baru Covid-19 pernah melakukan perjalanan atau kontak dengan seseorang yang pernah ke Afrika Selatan. 

Sejuah ini, Inggris memiliki jumlah kematian akibat Covid-19 terburuk di Eropa dengan lebih dari 106.000 orang meninggal. Sedangkan lebih dari 3,8 juta orang telah dikonfirmasi tes positif sejak awal pandemi.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait