Rentan Disalahgunakan, Gunting dan Buang Masker Medis Bekas Pakai

Masker medis yang dibuang secara utuh ke tempat sampah bisa dikumpulkan, disetrika, dan dijual kembali. Hal itu dapat menyebabkan penularan virus corona.
Dwi Hadya Jayani
Oleh Dwi Hadya Jayani
19 Februari 2021, 17:42
masker kesehatan, covid-19, virus corona, pandemi corona, pandemi, jakarta, gerakan 3M
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Anggota satgas naturalisasi Ciliwung Kota Bogor mencari sampah masker medis bekas pakai di bantaran sungai Ciliwung, Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021). Masker bekas pakai harus digunting hingga talinya agar tidak didaur ulang dan merusak lingkungan.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Masker menjadi salah satu alat mencegah penularan virus corona. Maka tak heran jika kebutuhan masker begitu besar.

Hal itu pun dimanfaatkan sejumlah orang untuk mendaur ulang masker medis bekas pakai. Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19 Dr Lia Partakusuma mengatakan oknum tersebut akan mengumpulkan masker medis yang masih utuh. 

Kemudian, mereka menyetrika dan menjualnya kembali. Menurut Lia, banyak masyarakat yang tertipu dan membeli masker bekas pakai. 

“Jangankan masyarakat, kami dari pihak rumah sakit juga pernah kecolongan. Kok seperti masker bekas, ada sisa lipstik dan noda lain,” tambah Lia dalam Katadata Virtual Series “Gunting dan Buang Masker Bekasmu” Jumat, 19/2.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat mengelola masker bekas pakai dengan benar. Pertama, miliki tempat penyimpanan masker bersih dan masker yang telah dipakai.

“Bisa menggunakan plastik atau amplop kertas. Usahakan masker tidak diletakkan di tempat yang berpotensi untuk menularkan,” kata dia.

Kedua, masker yang telah digunakan wajib digunting hingga ke tali. Kemudian, semprot masker dengan disinfektan sebelum dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan khusus masker bekas.

Ketiga, bedakan tempat sampah rumah tangga biasa dengan sampah khusus masker. “Masker yang telah dipakai dikumpulkan dalam satu wadah sehingga orang tahu bahwa tempat itu infeksius, sampahnya yang harus ditangani dengan baik” kata Lia.

Tidak hanya masker sekali pakai, masker kain atau yang dicuci ulang juga berlaku sebagai limbah masker. Itu lantaran masker kain akan merenggang seratnya jika dicuci terus secara berulang.

Hal itu bakal menyebabkan fungsi masker untuk melindungi dari paparan virus corona menjadi tidak signifikan. “Tidak bisa masker digunakan hingga satu tahun, umumnya satu bulan harus dibuang,” ujarnya.

Reporter: Dwi Hadya Jayani

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait