Batavia Prosperindo Trans Incar Dana Rp 73 Miliar dari IPO

Hari Widowati
7 Juni 2018, 18:16
BEI KATADATA|Arief Kamaludin
BEI KATADATA|Arief Kamaludin
BEI KATADATA|Arief Kamaludin

PT Batavia Prosperindo Trans (BP Trans), penyedia jasa sewa kendaraan bermotor, akan menawarkan 492,86 juta saham atau sekitar 30% dari modal disetor dalam initial public offering (IPO). Perseroan mengincar dana Rp 49,28 miliar hingga Rp 73,93 miliar dengan kisaran harga saham perdana Rp 100-Rp 150 per saham.

Direktur Utama BP Trans Paulus Handigdo mengatakan, perseroan akan menggunakan 50% dana hasil IPO untuk melunasi angsuran utang sewa pembiayaan armada kendaraan bermotor dari pihak ketiga dan pihak afiliasi. Sebesar 50% sisanya akan digunakan untuk penambahan armada kendaraan bermotor baru.

Saat ini BP Trans memiliki 1.930 unit kendaraan, tumbuh sekitar tiga kali lipat dibandingkan dengan 2016 sebanyak 617 unit. "Sekitar 90% dari armada perusahaan merupakan kendaraan baru," kata Direktur Pemasaran BP Trans Rima Rupita. Perseroan berencana menambah jumlah armadanya menjadi 2.500 unit pada akhir 2018, termasuk penggantian untuk kendaraan lama.

BP Trans merupakan perusahaan afiliasi dari Grup Batavia Prosperindo yang sudah dikenal di industri jasa keuangan, antara lain PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT Batavia Prosperindo Sekuritas, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), dan PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI). Pemegang saham BP Trans terdiri atas PT Batavia Prosperindo Makmur 74,94%, PT Victoria Insurance 18,87%, Paulus Handigdo 2,65%, Rima Rupita 1,8%, Sandy Jonathan Halim 0,87%, dan Markus Dinarto Pranoto 0,87%.

BP Trans menggarap layanan sewa kendaraan untuk pelanggan korporasi yang membidik kelas menengah ke atas. Ada empat lini usaha, yaitu penyewaan kendaraan jangka panjang di atas 1 tahun, penyewaan kendaraan jangka pendek di bawah 1 tahun, layanan jasa juru mudi, dan fleet management.

Ketika mulai beroperasi pada 2015, perseroan hanya memiliki kantor pusat di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang dan kantor operasional di Surabaya. Saat ini perseroan sudah memiliki beberapa kantor cabang di Bekasi, Medan, Bandung, Semarang, Makassar, dan Palembang.

(Baca: Ada Kuota, Pemerintah Moratorium Penambahan Armada Taksi Online)

Pada 2017, perseroan membukukan pendapatan Rp 60,63 miliar, meningkat 117,08% dibandingkan dengan 2016 sebesar Rp 27,93 miliar. "Kenaikan pendapatan ini diakibatkan peningkatan unit in contract yang disebabkan oleh penambahan unit sewa oleh pelanggan korporasi yang sudah ada maupun pelanggan baru," kata Rima. Adapun laba bersih perseroan mencapai Rp 17,54 miliar, melejit hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan 2016 sebesar Rp 5,96 miliar.

Paulus mengatakan, perseroan optimistis pendapatan tahun ini bisa tumbuh dua kali lipat seiring dengan penambahan jumlah armada. Namun, perusahaan belum dapat memberikan proyeksi laba bersih mengingat faktor yang berpengaruh terhadap laba bersih lebih banyak. "Biasanya pada tahun keempat armada beroperasi, kami akan menjual kendaraan tersebut sehingga ada pendapatan tambahan dari penjualan kendaraan," ujar Paulus.

Perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi IPO tersebut. Direktur Panin Sekuritas Prama Nugraha mengatakan, kisaran harga saham perdana BP Trans mencerminkan price to book value (PBV) sebesar 0,7 kali-1,1 kali. "Valuasi saham yang di bawah 1 kali PBV ini menunjukkan potensi upside (kenaikan harga saham) sangat menarik," kata Prama.

Saat ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat beberapa emiten yang bergerak di bidang sewa kendaraan, seperti PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Berdasarkan data RTI, PBV Adi Sarana saat ini sekitar 0,92 kali sedangkan Mitra Pinasthika memiliki PBV 0,97 kali. Penawaran umum saham BP Trans akan dilakukan pada 2-4 Juli 2018 sedangkan pencatatan di BEI akan dilaksanakan pada 9 Juli 2018.

(Baca: IHSG Melemah Paling Parah di Global, Asing Jual Saham Rp 1,96 Triliun)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...