Bursa AS Menguat, S&P 500 dan Dow Jones Catat Kinerja Terbaik

Nur Hana Putri Nabila
4 Desember 2023, 07:02
Ilustrasi bursa AS.
xPACIFICA/Getty Image
Indeks S&P 500 di bursa AS melonjak ke level penutupan tertinggi sepanjang 2023 memperpanjang kenaikan bulan November ke bulan baru.

Indeks saham bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (1/12) lalu. Indeks S&P 500 di bursa AS melonjak ke level penutupan tertinggi sepanjang 2023 memperpanjang kenaikan bulan November ke bulan baru.

Mengutip CNBC, indeks pasar secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 0,59% dan menutup sesi di level 4.594,63. Nasdaq Composite, yang fokus pada sektor teknologi, menguat 0,55% ke level 14.305,03. Dow Jones Industrial Average juga meningkat 294,61 poin atau 0,82%, menyelesaikan perdagangan di level 36.245,50.

Advertisement

Sementara itu, Indeks Dow Jones mencapai puncak baru sekaligus mendorong kenaikan sepanjang tahun 2023 hingga mencapai hampir 9,4% pada Jumat lalu.  Saat mencapai level tertinggi baru untuk tahun ini, Dow mengakhiri bulan ini dengan performa terbaiknya dalam lebih dari satu tahun.

Indeks S&P 500 juga ditutup pada level tertinggi sejak Maret 2022. Laju indeks S&P 500 ditopang oleh saham-saham seperti Ulta Beauty dan Boston Properties dengan kenaikan masing-masing sebesar 10,8% dan 11,2%. Sementara itu, saham Paramount melonjak sebesar 9,8%.

 Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengecewakan ekspektasi pasar dengan menolak ide penurunan suku bunga ke depan, akhir pekan lalu. Ia menyatakan bahwa masih terlalu awal untuk menyimpulkan dengan tegas mengenai ketatnya kebijakan moneter.

Meskipun demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun seiring penguatan ekuitas pada Jumat (1/31). Hal ini terjadi karena para pedagang menginterpretasikan pernyataan The Fed sebagai isyarat bahwa bank sentral paling tidak sudah selesai dengan kenaikan suku bunga. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS dengan tenor sepuluh tahun juga turun lebih dari 13 basis poin menjadi 4,213%.

Mona Mahajan, Senior Investment Strategist dari Edward Jones, mengidentifikasi tiga faktor yang mendorong pergerakan tersebut. Pertama, adanya faktor inflasi. Kedua, kecenderungan The Fed untuk agak berhati-hati atau menahan diri dalam kebijakan moneter. Ketiga, Mahajan mengamati ada tanda-tandaperlambatan ekonomi, meskipun prosesnya terjadi dengan kecepatan secara bertahap.

Halaman:
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement