Intip 3 Strategi Carsurin Untuk Raih Pendapatan Rp 468 Miliar di 2024

Nur Hana Putri Nabila
28 Juni 2024, 14:43
Carsurin
Dokumentasi perseroan

Ringkasan

  • IHSG diprediksi menguat pada perdagangan Jumat terpengaruh oleh potensi perubahan kebijakan moneter dari Federal Reserves dan fokus pasar pada harga komoditas energi terutama minyak, serta respons pasar terhadap hasil pertemuan ECB yang terlihat melunak terhadap pandangan kebijakan moneter di 2024.
  • Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk perdagangan, meliputi saham dari perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk, serta saham dari berbagai sektor lain seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk dan PT XL Axiata Tbk. Sementara itu, MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi buy on weakness pada beberapa saham seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk dan PT Delta Dunia Makmur Tbk dengan harga terdekat yang spesifik.
  • IHSG sebelumnya menutup perdagangan dengan kenaikan, didorong oleh mayoritas saham yang mengalami kenaikan dan dipimpin oleh sektor barang baku. Indeks sektoral IDX-IC melaporkan kenaikan di sembilan sektor, sementara sektor energi menunjukkan penurunan. Data perdagangan saham mencatat transaksi sebesar Rp11,69 triliun dari 14,72 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Carsurin Tbk (CRSN) bakal membagikan dividen pada tahun ini. Perusahaan penyedia layanan pengujian ini juga membeberkan sejumlah strategi demi meningkatkan pendapatan dan laba pada tahun buku 2024.

Direktur Keuangan Carsurin Timotius Nugraha Tjahjana menyampaikan bahwa perusahaan akan membagikan dividen sebanyak Rp 2,35 per saham. Sementara total dividen tunai yang akan dibagikan Rp 6,79 miliar dan rasio dividen terhadap laba sebesar 4,35%.

Rencananya, sisa dividen dari laba tahun buku 2023 sebanyak Rp 145 juta akan digunakan sebagai dana cadangan. “Sisanya lagi kita pakai dan kita gunakan sebagai bagian operasional perusahaan,” kata Timotius dalam Paparan Publik Carsurin di Jakarta, Jumat (28/6).

Berikut Jadwal Pembayaran Dividen Carsurin:    

  • Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 8 Juli 2024 
  • Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 9 Juli 2024
  • Cum dividen di pasar tunai: 10 Juli 2024   
  • Ex dividen di pasar tunai: 11 Juli 2024  
  • Pembayaran dividen: 1 Agustus 2024

Seiring dengan pembagian dividen tersebut, perusahaan menargetkan kenaikan pendapatan hingga Rp 468,71 miliar pada 2024. Bahkan, Carsurin optimistis bisa meraih laba Rp 39,08 miliar pada tahun ini.  

Perusahaan telah menyiapkan tiga langkah penting untuk mencapai target tersebut. Pertama, Carsurin mempunyai teknologi yang memadai untuk mendukung operasional perusahaan secara efektif dan efisien. 

Kedua, perusahaan gencar melakukan ekspansi yang cukup besar ke beberapa cabang.  Sedangkan strategi ketiga,  perusahaan juga melakukan diversifikasi bisnis untuk menunjang kinerja Carsurin. 

Misalnya, pada Februari 2024 lalu perseroan mengumumkan kerja sama dengan  National Battery Research Institute (NBRI) yang menandai kemajuan signifikan dalam kolaborasi kedua belah pihak demi memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik (EV).

Carsurin dan NBRI berkomitmen untuk memanfaatkan keahlian dan sumber daya mereka guna meningkatkan posisi Indonesia dalam sektor kendaraan listrik global. Kolaborasi ini bertujuan untuk kontribusi pada pertumbuhan, inovasi, dan daya saing industri EV Indonesia dalam kontestasi bisnis global. 

“Pendirian fasilitas pengujian baterai EV merupakan langkah penting dalam perjalanan kami menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk Indonesia,” ucapDirektur Utama Carsurin  Sheila Tiwan dalam keterangan resmi, Jumat (26/6).

Perlu diketahui, Sheila Tiwan membukukan pendapatan Rp 444,43 miliar sepanjang 2023, naik 22,31% dari tahun sebelumnya Rp 363,37 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut diperoleh dari lini usaha utama seperti jasa inspection, testing, certification, consulting dan product sales.

Perusahaan juga berhasil mencetak laba kotor Rp 229,67 miliar pada 2023, tumbuh 25,17% dari Rp 183,48 miliar pada 2022. Sementara laba operasi perseroan mencapai Rp 54,39 miliar, tumbuh 11,67% dari Rp 48,71 miliar pada 2022.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...