Pemulihan Indeks Wall Street Terhenti, Saham Teknologi Menurun
Indeks bursa Amerika Serikat, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/5). Indeks melemah setelah reli besar yang dipimpin kelompok saham teknologi jatuh serta indeks S&P 500 mengakhiri tren kenaikan enam hari berturut-turut.
Indeks S&P 500 ditutup turun 0,39% ke level 5.940,46, sementara Nasdaq Composite turun 0,38% ke posisi 19.142,71. Dow Jones Industrial Average juga turun 114,83 poin atau 0,27%, berakhir di level 42.677,24.
Investor juga melepas saham sektor teknologi sehingga mengalami penurunan 0,5%. Saham-saham raksasa seperti Nvidia turun 0,9%, sementara Advanced Micro Devices (AMD), Meta, Apple, dan Microsoft juga ikut terkoreksi.
Koreksi ini mengakhiri tren penguatan selama enam hari terakhir, yang merupakan kenaikan terpanjang sejak sembilan hari berturut-turut awal bulan ini. Meski demikian, secara keseluruhan, pasar telah mencatat pemulihan tajam dalam lima minggu terakhir.
Indeks S&P 500 telah naik lebih dari 20% sejak menyentuh titik terendahnya pada April, yang terjadi setelah pengumuman tarif baru oleh Presiden Donald Trump. Kini, indeks tersebut hanya naik sekitar 3% dari rekor tertingginya.
“Sekarang kita sedang menunggu klarifikasi karena banyak dari negosiasi (tarif) ini masih berlangsung,” ujar Bill Northey, Direktur Investasi di US Bank Wealth Management dikutip dari CNBC pada Rabu (21/5).
Northey juga menyebut investor berada dalam situasi tanpa kejelasan yang mengarah pada ketidakpastian arah pasar ke depan.
Sementara itu, saham Tesla naik tipis 0,5% setelah CEO Elon Musk menyatakan komitmennya untuk tetap memimpin produsen kendaraan listrik tersebut selama lima tahun ke depan. “Ya, tidak diragukan lagi,” ujar Elon dalam wawancara di Forum Ekonomi Qatar Bloomberg di Doha.
Di sisi politik, Presiden Trump menghadapi tantangan di dalam Partai Republik. Kemarin, ia gagal meyakinkan anggota DPR dari partainya untuk mencabut penolakan mereka terhadap RUU pajak besar, khususnya terkait pembatasan pengurangan pajak negara bagian dan lokal (SALT cap).
Penolakan ini berpotensi menggagalkan pengesahan undang-undang tersebut, yang diharapkan Trump bisa lolos sebelum akhir pekan Memorial Day.
