Laba Emiten Grup Sinar Mas Dian Swastatika (DSSA) Menciut, Bagaimana Prospeknya?

Karunia Putri
2 Juni 2025, 11:27
Dssa
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom.
Aktivitas bongkar muat batu bara di pantai Desa Peunaga Cut Ujong, Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Selasa (20/2/2024)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten yang terafiliasi  dengan konglomerasi Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membukukan penurunan sebesar 21,7%. Merujuk laporan kinerja kuartal pertama 2025, laba Dian Swastatika periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk merosot menjadi US$ 80,5 juta dari US$ 102,8 juta per 31 Maret 2024.

Seiring dengan penurunan laba, pendapatan DSSA juga tergerus menjadi US$ 737,5 juta secara year on year (yoy). Untuk periode yang sama tahun lalu DSSA memperoleh US$ 796,7 juta atau turun 7,4%.

Head of Corporate Communications DSSA, Marissa Anugrah mengatakan lini bisnis pertambangan masih menjadi kontributor utama pendapatan. Di samping itu, emiten tambang dan perdagangan batubara ini juga mencatatkan beban pokok penjualan naik 4,94% menjadi US$ 449,8 juta dari US$ 428,6 juta.

Adapun rincian beban pokok penjualan DSSA selama triwulan pertama 2025, yaitu pertambangan dan perdagangan batubara sebesar US$ 412,2 juta, penyediaan TV kabel, internet dan teknologi senilai US$ 8,17 juta, dan perdagangan bersih sebesar US$ 20,7 juta. Asa pula beban untuk energi terbarukan US$ 220 serta penyusutan sebesar US$ 8,57 juta dan beban lain-lain sebesar US$ 157 ribu.

Di tengah tekanan kinerja, Presiden Direktur Dian Swastatika Lay Krisnan Cahya mengatakan mampu mempertahankan stabilitas keuangan saat terdapat volatilitas harga komoditas dan transisi energi  DSSA menurut Krisnan terus mengakselerasi  pengembangan lini bisnis teknologi dan energi baru dan terbarukan.

"Dengan peluang pertumbuhan yang sangat besar, kami menargetkan kontribusi pendapatan dari kedua sektor ini  meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu mendatang,” kata Krisnan dalam keterangan resmi dikutip Senin (2/6).

Rencana dan Komitmen Bisnis DSSA

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Krisnan mengatakan DSSA akan memperkuat ekosistem digital melalui anak usahanya, PT Eka Mas Republik dengan fokus pada bisnis pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Perseroan juga berkomitmen memperluas pengembangan energi terbarukan, khususnya proyek tenaga panas bumi dan energi surya.

“Melalui beberapa entitas anaknya, Perseroan tengah mengembangkan tiga proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Cipanas dan Cisolok (Jawa Barat), serta Nage (Nusa Tenggara Timur), dengan total kapasitas hingga 140 MegaWatt dan target operasi komersial pada 2029,” ujarnya.

Untuk energi surya, DSSA melalui perusahaan patungan telah membangun pabrik panel surya terintegrasi dengan kapasitas produksi 1 hingga 2 gigawatt peak (GWp) per tahun. Pabrik panel surya ini terletak di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. 

Melalui entitas anak PT Daya Mas Agra Sejahtera (Dian Solar), DSSA juga aktif mengembangkan sel dan panel surya untuk kebutuhan industri dan komersial. Perusahaan juga tengah mendorong digitalisasi melalui MyRepublic Indonesia.

Lebih jauh Krisnan mengatakan, DSSA telah menjangkau lebih dari 6 juta rumah di 140 kota dan kabupaten dengan 1 juta pelanggan aktif. Sementara itu, melalui anak usahanya PT SMPlus Digital Investama, perusahaan tengah membangun pusat data berbasis AI di Jakarta Selatan.

“Melalui investasi strategis dan ekspansi lini bisnis, Perseroan bertujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” kata Krisnan lagi. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...