Sarana Menara (TOWR) Bakal Gelar Right Issue, Targetkan Dana Rp 5,49 Triliun

Karunia Putri
3 Juli 2025, 13:52
Towr, sarana menara, rights issue
Dokumentasi perseroan
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), Harga saham TOWR melesat 11,35% pada perdagangan Rabu (2/7).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten infrastruktur PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana menambah modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. Perseroan menargetkan dapat menghimpun dana segar sebesar Rp 5,49 triliun. 

Merujuk prospektus perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, TOWR akan menerbitkan sebanyak 8,08 miliar saham baru atau setara 13,91% dari total saham setelah pelaksanaan right issue. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 10 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 680 per saham.

Adapun rasio penerbitan ditetapkan sebesar 619:100 atau setiap pemegang 619 saham lama  dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 10 Juli 2025 berhak memperoleh 100 HMETD. 

“Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga Rp 680,” tulis manajemen TOWR dalam prospektus di keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (3/7).

Dalam aksi ini, pemegang saham mayoritas PT Sapta Adhikari Investama (SAI) yang menggenggam 52,46% saham memilih tidak melaksanakan haknya. Dengan keputusan tersebut, kepemilikan SAI dipastikan akan terdilusi.

Efek dilusi akibat aksi ini diperkirakan mencapai 13,91%. Artinya, bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, persentase kepemilikan akan turun sebesar itu.

Sementara itu, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) selaku pemegang 8,33% saham TOWR telah menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya. DIA juga bertindak sebagai pembeli siaga untuk menyerap sisa saham baru yang tidak diambil pemegang saham lain. Dapat dipastikan seluruh saham yang dikeluarkan perseroan bakal terserap pasar. 

Manajemen TOWR menyampaikan, seluruh dana hasil rights issue akan digunakan untuk menambah penyertaan modal di entitas anak, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). 

“Apabila masih ada kekurangan tambahan, Protelindo akan menutupinya dengan dana internal perusahaan,” kata manajemen.

Harga Saham TOWR Melejit 

Harga saham TOWR melesat 11,35% pada perdagangan Rabu (2/7). Sedangkan pada sesi pertama perdagangan Kamis (3/7), harga saham tidak bergerak dari level 550. 

Retail Research Team Leader CGS International Sekuritas Indonesia Mino mengatakan, lonjakan harga saham terjadi karena peluang yang muncul dari harga pelaksanaan rights issue.

“Karena harga pelaksanaan di Rp 680, sementara harga pasar saham masih di bawah itu, banyak investor yang memburu saham TOWR,” kata dia.

Mino mengatakan aksi korporasi ini diperkirakan akan berdampak terhadap laba per saham (EPS) karena adanya penambahan jumlah saham beredar. Tim riset CGS Sekuritas memperkirakan EPS TOWR akan turun sekitar 5,5%, dengan asumsi laba bersih tidak mengalami perubahan.

Selain itu, Dari sisi pembiayaan, beban bunga TOWR diprediksi menurun seiring penurunan rasio utang terhadap EBITDA. Rasio tersebut diperkirakan turun menjadi 3,9 sampai 4 kali pada 2025–2026 dari posisi 4,6 kali di kuartal pertama 2025.

“Penurunan beban bunga akan berdampak positif terhadap laba bersih perusahaan di masa depan,” ujarnya.

Dari sisi valuasi, CGS Sekuritas merekomendasikan investor untuk menambah koleksi saham TOWR dengan target harga di Rp1.400. Sementara bagi investor jangka pendek, TOWR dinilai masih memiliki peluang penguatan. Rentang support berada di Rp 530 dan Rp 510, sementara area resistance berada di Rp 570 dan Rp 590.

Jadwal right issue TOWR

  • Daftar pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD : 10 Juli 2025 
  • Cum HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi : 8 Juli 2025
  • Ex HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi : 9 Juli 2025
  • Cum HMETD di pasar tunai : 10 Juli 2025
  • Ex HMETD di pasar tunai : 11 Juli 2025 
  • Distribusi HMETD : 11 Juli 2025
  • Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia : 14 Juli 2025
  • Periode distribusi saham hasil HMETD : 16 – 22 Juli 2025 
  • Akhir pembayaran pemesanan saham tambahan : 22 Juli 2025
  • Penjatahan saham tambahan : 23 Juli 2025 
  • Pembayaran dari pembeli siaga : 23 Juli 2025 
  • Distribusi saham hasil penjatahan : 25 Juli 2025 
  • Pengembalian uang pemesanan : 25 Juli 2025

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...