Anjlok 15%, United Tractors (UNTR) Catat Laba Rp 8,13 T pada Semester I 2025

Agustiyanti
31 Juli 2025, 09:30
 United Tractors, UNTR, laba
website UNTR
Ilustrasi. UNTR mencatatkan penjualan bersih perseroan pada semester I 2025 mencapai Rp 68 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan laba bersih pada semester I 2025 sebesar Rp 8,13 triliun, anjlok 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 9,5 triliun. Kinerja laba lesu meski pendapatan bersih anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) ini tumbuh 6%. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan UNTR, penjualan bersih perseroan pada semester I 2025 mencapai Rp 68 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 64 triliun. Namun, beban pendapatan naik lebih tinggi mencapai 12% dari Rp 47,64 triliun menjadi Rp 53,7 triliun. 

UNTR mencatat, bisnis penjualan alat berat Komatsum meningkat  27% menjadi 2.728 unit karena peningkatan penjualan di berbagai sektor. Penjualan Scania dan UD Trucks masing-masing meningkat 55% dan 33%, masing-masing menjadi 282 unit dan 109 unit.

Adapun pendapatan bersih dari bisnis suku cadang dan jasa meningkat 2% menjadi Rp 5,5 triliun, sedangkan dari mesin konstruksi meningkat 34% menjadi Rp20,9 triliun.

Lonjakan pertumbuhan bahkan terjadi bisnis pertambangan emas dan mineral lainnya UNTR melalui anak usahanya, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR). Pendapatan dari tambang emas dan mineral lainnya meningkat 60% menjadi Rp 7 triliun, terutama  ditopang
penjualan emas yang lebih tinggi dan harga jual yang lebih kuat.

Di sisi lain, bisnis pertambangan batu bara UNTR, baik kontrak penambangan melalui  PT Pamapersada Nusantara (PAMA)  maupun aktivitas pertambangan batu bara termal dan metalurgi melalui  PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) tercatat lesu.

Pendapatan bersih dari kontraktor penambangan turun 7% menjadi Rp 26,1 triliun. Sedangkan pendapatan bersih dari prtambangan batu bara termal dan metalurgi anjlok 14% menjadi Rp 13,4 triliun akibat penurunan harga batu bara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...