Laba MDIY Turun 5% di Semester I, Anggap Fenomena Rojali Jadi Peluang Berkembang

Nur Hana Putri Nabila
31 Juli 2025, 17:53
laba
@mrdiy.indonesia / instagram
Ilustrasi peretail perabotan rumah tangga MR DIY. Perusahaan membuka gerai ke 200 di Papua.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau dikenal Mr. DIY membukukan laba Rp 507,38 miliar selama semester pertama 2025. Torehan ini turun 5% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 534,21 miliar.

Berdasarkan laporan keuangannya, penjualan Mr. DIY terpantau melesat 16,5% yoy menjadi Rp 3,73 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,20 triliun. Kemudian transaksi MDIY juga naik sebesar 11,6% yoy menjadi 47,6 juta transaksi.  

Margin laba kotor juga meningkat menjadi 55,9% berkat efisiensi operasional yang berkelanjutan.  Catatan ini ditopang sejumlah inisiatif strategis yang memperkuat fundamental bisnis, margin laba bersih juga terjaga, yaitu sebesar 13,6%.

Direktur Utama MR. DIY Indonesia, Edwin Cheah, menyampaikan bahwa di tengah perubahan tren konsumen dan kondisi pasar yang dinamis, perusahaan menerapkan strategi yang adaptif dan terarah untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan mendorong pertumbuhan jangka panjang. Fokus utama tetap pada efisiensi operasional, pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, serta penguatan fondasi bisnis.

“Pertumbuhan berkelanjutan dibangun melalui ekspansi yang konsisten, eksekusi yang solid, dan adaptasi dengan cepat terhadap dinamika pasar,” ujar Edwin dalam siaran persnya, Kamis (31/7). 

Ia juga menyatakan dinamika pasar saat ini justru dilihat sebagai peluang untuk terus berkembang. Caranya dengan menghadirkan solusi yang relevan dan terjangkau bagi konsumen yang semakin selektif dalam berbelanja. Meski pola belanja berubah, kebutuhan rumah tangga tetap menjadi prioritas. 

Edwin menilai, dalam situasi sekarang, MR. DIY memperkuat komitmennya dengan menawarkan promo-promo khusus yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi pelanggan.

“Kami yakin dengan nilai dan konsistensi pendekatan yang kami tawarkan, MR.D.I.Y. Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis jangka panjang,” ucap Edwin.

Selain itu, MR.DIY Indonesia terus melanjutkan ekspansi secara konsisten. Pada semester pertama 2025, perusahaan menambah 128 gerai baru sehingga total jaringannya kini mencapai 1.086 toko di seluruh Indonesia. 

Sementara itu, Chief Financial Officer MR.DIY Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menekankan bahwa arus kas operasional naik signifikan sebesar 167% menjadi Rp 533 miliar, mencerminkan kondisi likuiditas yang tetap kuat. Selain itu, rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) tercatat pada tingkat yang sehat, yaitu 0,4 kali.

“Kami terus fokus memastikan ketahanan bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan,” ujar Rika. 

Menanggapi fenomena "rojali" (rombongan jarang beli) dan "rohana" (rombongan hanya nanya) yang ramai diperbincangkan di media sosial, Rika menyampaikan bahwa MR.DIY telah memahami adanya pergeseran perilaku konsumen. Ia mengungkapkan bahwa konsumen kini semakin selektif dan cepat dalam menentukan prioritas belanja, dan lebih berhati-hati dalam memilih produk.

Meski tidak menyebut dampak langsung fenomena tersebut terhadap kinerja fundamental perusahaan, Rika menegaskan bahwa MR.DIY tetap konsisten menawarkan solusi yang relevan dan terjangkau.  Perseroan pun  menyediakan produk-produk rumah tangga dengan harga terjangkau, serta menebar berbagai promo dan penawaran spesial yang memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...