Prospek Saham Grup Prajogo Jelang MSCI: CUAN, BREN, TPIA dan PTRO Masuk Radar?

Karunia Putri
6 Agustus 2025, 05:55
MSCI
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Layar menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mayoritas saham perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ditutup melemah pada perdagangan Selasa, (5/8). Pelemahan ini terjadi menjelang tinjauan kuartalan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang bakal diumumkan Kamis (7/8). 

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tercatat terkoreksi 1,63% atau turun 150 poin ke level 9.050. Sementara itu saham utama Grup Barito yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 4,28% atau 110 poin ke level 2.460. 

Saham Prajogo lainnya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 1,74% atau 125 poin ke posisi 7.075. Kemudian ada PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 4,13% atau 150 poin ke level 3.480. 

Gerak berbeda ditunjukkan saham Prajogo lainnya yaitu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) justru menguat 2,47% ke level 1.450. Di sisi lain meski mayoritas saham melemah, Analis MNC Sekuritas, Hijjah Marhama atau yang kerap disapa Rahma, menilai koreksi ini sebagai peluang menarik. 

“Penurunan cukup menarik, sesuai ekspektasi harga yang mengarah ke support dinamis dan demand area secara teknikal,” ujar Rahma kepada Katadata, Selasa (5/8).

Rahma menjelaskan, meskipun parkir di zona merah saat ini, PTRO juga CUAN memiliki potensi masuk dalam indeks MSCI Small Cap. Hal itu akan membuat harga saham berpotensi naik. 

Menurut Rahma, saham-saham Prajogo sudah memenuhi kualifikasi atau syarat masuk Indeks bergengsi MSCI, di antaranya ditinjau berdasarkan sisi likuiditas, kapitalisasi pasar dan free float. 

“Momentum ini bisa menjadi pemicu arus dana asing (inflow) kembali ke saham-saham grup Prajogo Pangestu yang sedang mengalami retrace dalam dua pekan terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi masuknya saham-saham dalam konglomerasi Prajogo diperkuat karena MSCI telah mencabut pengecualian untuk grup Prajogo Pangestu. Dari Rahmah menyebutkan, dari sisi kinerja sejumlah saham mencatatkan perbaikan. Seperti TPIA, BRPT dan BREN. 

Kinerja Emiten Konglomerasi Prajogo Pangestu Semester 1 2025
EmitenLabaKenaikanKeterangan
TPIAUS$ 1,27 miliar2.781%Lonjakan laba dari akuisisi Aster Chemicals and Energy dan pencatatan negatif goodwill
BRPTUS$ 539,82 juta1.465%Didukung segmen petrokimia dan keuntungan lain-lain meski laba kotor turun
BRENUS$ 65,4 juta12,9%Pertumbuhan moderat, beban depresiasi meningkat dan pendapatan stabil
CUANUS$ 1,94 juta(93,43%)Pendapatan naik 49% tapi laba tertekan oleh lonjakan beban poko

Lebih jauh Rahma mengatakan untuk teknikal, saham CUAN menunjukkan sinyal penguatan karena berhasil rebound dari EMA60 dan membentuk pola bullish pin bar. 

"Selama tidak breakdown 1.300, potensi penguatan CUAN berada di kisaran Rp 1.650–1.800," katanya.

Ia pun menjelaskan untuk saham PTRO juga menunjukkan pola teknikal serupa dengan CUAN. Target harga berada di rentang 4.250–4.400 dengan stop loss di 3.250. Sementara itu, BREN dinilai masih menyimpan risiko secara teknikal. 

“Masih ada gap yang belum tertutup dan kemungkinan tidak masuk MSCI karena belum memenuhi syarat free float,” ucap Rahma. Meski begitu, tren jangka pendek hingga menengah BREN masih cenderung bullish.

Senada dengan Rahma, Analis MNC Sekuritas lainnya, Herditya Wicaksana, juga memberikan pandangan teknikal untuk saham-saham grup Prajogo Pangestu. Berikut rekomendasi dan targetnya:

  • BREN: Beli jangka pendek (trading buy) dengan support berada di level 6.775 dan resistance di level 7.225. Target harga menuju Rp 7.350–7.450

  • BRPT: Masih wait and see dengan support berada di level 2.340 dan resistance di level 2.540

  • PTRO: Beli jangka pendek (trading buy) dengan support berada di level 3.350 dan resistance di level 3.620. Target harga menuju Rp 3.650-3.700

  • CUAN: Beli jangka pendek (trading buy) dengan support berada di level 1.380 dan resistance di level 1.475. Target harga menuju Rp 1.500-1.530

  • TPIA: Beli jangka pendek (trading buy) dengan support berada di level 9.050 dan resistance di level 9.175. Target harga menuju Rp 9.225-9.350.

Peluang CUAN Masuk MSCI 

Head of Research at CGS International Sekuritas Indonesia, Hadi Soegiarto memproyeksikan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dinilai berpeluang kuat untuk masuk konstituen MSCI Standard Cap Index.  Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berpotensi masuk. 

Hadi juga menyebutkan emiten Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)  berpeluang masuk dalam daftar terbaru. Namun, ia mengatakan peluang ANTM dan CUAN masuk dalam indeks rendah karena keduanya masih berada di ambang batas beberapa metrik yang digunakan oleh MSCI.

Selain penambahan konstituen, MSCI Standard Cap juga diperkirakan akan ada penyesuaian bobot. Saham Prajogo lainnya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) diproyeksikan akan ada peningkatan bobot menyusul kenaikan free float sebesar 1% poin.

Hadi juga memperkirakan, untuk MSCI Small Cap Index, akan ada penambahan dua emiten baru yakni PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). 

“Penambahan dengan probabilitas rendah: SSIA, PTRO, AADI, UNVR, LSIP, SMRA, ERAA,” tulis Hadi dalam risetnya, Selasa (5/8).

Di sisi lain, Hadi menyebut Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Panin Financial Tbk (PNLF) diprediksi berisiko keluar dari MSCI Small Cap.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri, Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...