BI Pangkas Suku Bunga: Asing Borong Saham BMRI dan BBRI, Tapi Lepas BBCA
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 1,03% ke level 9.743 pada perdagangan Rabu (21/8) usai keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan. Investor asing tercatat memborong saham dengan nilai transaksi beli bersih atau net buy mencapai Rp 775,29 miliar di seluruh pasar atau Rp 766,54 miliar di pasar reguler.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, asing mencatatkan transaksi beli mencapai Rp 8,22 triliun, sedangkan transaksi jual mencapai Rp 7,46 triliun.
Adapun volume perdagangan saham kemarin mencapai40,84 miliar saham. Frekuensi transksi saham sebanyak 2,32 juta kali dengan nilai transaksi mencapai Rp 20,18 triliun. Total kapitalisasi pasar pun meningkat mencapai Rp 14.307 triliun.
Pada perdagangan kemarin, IHSG terpantau di zona hijau pada sesi I dengan kenaikan sebesar 0.49%. Tren kenaikannya semakin kuat usai BI mengumumkan penurunan suku bunga acuan pada pukul 14.40 WIB.
Berdasarkan data RTI, asing terpantau masuk ke sejumlah saham bank besar, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Namun, asing justru terpantau keluar di saham PT Bank Central Asia Tbk mencapai Rp 344,67 miliar.
Berikut daftar 10 saham yang diborong asing kemarin:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 333,51 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 302,79 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 237,43 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 101,73 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp 90,2 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 53,29 miliar
- PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Rp 44,55 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 26,31 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 21,08 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 18,4 miliar
Berikut daftar 10 saham yang dilepas asing:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 344,67 miliar
- PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Rp 34,05 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 30,91 miliar
- PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) Rp 22,87 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 21,61 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 18,13 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 16,89 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 16,75 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 15,46 miliar
- PT Ciputra Group Tbk (CTRA) Rp 14,62 miliar
