Pertamina Ungkap Alasan Penggabungan Tiga Anak Usaha

Mela Syaharani
23 September 2025, 18:49
Pertamina, anak usaha, pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina (Persero) akan menggabungkan tiga anak usahanya Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Shipping (PIS) dan Pertamina Patra Niaga (PPN). Rencana tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2025.

“(Tujuannya) yang paling penting adalah untuk perbaikan tata kelola minyak yang lebih efisien untuk masyarakat. Karena ketiga anak usaha ini seluruhnya menyalurkan energi, BBM ke masyarakat,” kata Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/9).

Perbaikan tata kelola minyak juga termasuk untuk penguatan layanan ke masyarakat. Agung menjelaskan, ketika tiga anak usaha ini bersatu maka Pertamina bisa melayani energi melalui satu jalur downstream atau hilir.

Selain itu, penggabungan ini juga didasari oleh aspek finansial akibat kondisi global dan kondisi ekonomi saat ini.

“Kinerja kilang itu semakin tertekan, dengan penggabungan ini akan bisa memperkuat sehingga kinerja finansial juga tertolong. Jadi satu memang untuk perbaikan penguatan pelayanan ke masyarakat, tapi juga perbaikan finansialnya” ujarnya.

Agung menyampaikan penggabungan ini merupakan dorongan dan amanat dari pemegang saham, yakni Danantara. Pertamina juga sudah menyiapkan kajian peleburan ini sejak lama.

“Sekarang, dalam proses perencanaan untuk implementasinya secara teknis. Kami membentuk satu tim teknis khusus untuk proses penggabungan bisnis yang dipimpin oleh direktur transformasi dan keberlanjutan bisnis. Tapi ini sebuah keputusan dari pemegang saham dan kemudian diputuskan oleh direksi dan kami sebagai implementor saja,” ucapnya.

Rencana penggabungan ketiga anak usaha ini pertama kali disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada, Kamis (11/9). 

Simon mengatakan penggabungan ketiga anak perusahaan merupakan prioritas utama Pertamina saat ini. Secara terpisah, Simon menjelaskan bahwa saat ini kondisi dunia menyebabkan penurunan keuntungan Pertamina.

Kondisi global menyebabkan permintaan terhadap minyak menurun, sedangkan produksi kilang semakin meningkat karena banyaknya kilang baru.

“Dengan kondisi yang kurang menguntungkan bagi kami, kilang ini marginnya semakin kecil,” kata Simon dikutip dari Antara.

Lebih lanjut ia mengatakan mengecilnya margin keuntungan yang diperoleh Kilang Pertamina Internasional berpengaruh kepada perusahaan Pertamina secara keseluruhan.

Oleh karena itu, agar dapat beroperasi dengan lebih efektif, maka ia mengatakan telah mengambil keputusan untuk menggabungkan Kilang Pertamina Internasional, Pertamina Internasional Shipping, dan Pertamina Patra Niaga.

“Iya, nanti akan digabungkan. Mungkin bisa saja (penggabungan dengan nama baru). Bisa jadi Patra Kilang Shipping,” ujar Simon.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...