Rencana Besar SSMS Akuisisi 63,40% Saham Sawit Mandiri Lestari Rp 1,6 Triliun
Emiten perkebunan kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berencana mengakuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,6 triliun dari pengendali perseroan, PT Citra Borneo Indah.
Rencananya, SSMS akan mencaplok sebanyak 98.328 saham SML atau 63,40% dari total saham SML. Namun, perusahaan masih perlu meminta persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis (30/10).
"Sebagai bagian dari strategi ekspansi dan keberlanjutan jangka panjang, perseroan tengah merancang akuisisi terhadap SML, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah beroperasi secara komersial di Kalimantan Tengah," tulis manajemen SSMS dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dikutip Kamis (25/9).
Adapun SML memiliki area perkebunan sawit sebesar 11.046 hektar. , SSMS memperkiraan akan untung dalam aksi korporasi kali ini lantaran lahan SML yang akan diakuisisi tersebut menawarkan potensi besar untuk memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas usaha perseroan di industri perkebunan kelapa sawit yang strategis.
Beberapa tujuan strategis di balik aksi korporasi ini, antara lain menjamin ketersediaan bahan baku, memperbaiki struktur umur tanaman, meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) secara anorganik, serta mendorong peningkatan kapasitas olahan CPO menjadi 4.000 MT dengan target beroperasi pada 2026.
"Langkah ini tidak hanya mencerminkan komitmen kami terhadap pertumbuhan berkelanjutan, tetapi juga mempertegas posisi perseroan sebagai pelaku utama dalam industri yang terus berkembang," ujarnya.
Adapun melalui akuisisi ini, kepemilikan saham SML oleh PT Citra Borneo Indah akan berkurang dari 99,9% menjadi 36,5%. Citra Borneo merupakan pemegang saham pengendali SSMS sehingga transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.
Manajemen SSMS menekankan bahwa akuisisi ini dilakukan dengan pertimbangan strategis, karena kebun SML berlokasi di wilayah yang sama dengan SSMS. Kebun juga memiliki umur tanaman relatif muda sehingga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pendapatan perseroan.
SML merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Perusahaan ini juga mengoperasikan pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas produksi 90 ton per jam. Sejak 2022, SML telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai bukti penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.
Sepanjang semester pertama 2025, SSMS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 691,44 miliar. Angka tersebut melonjak 80,8% dibandingkan Rp 382,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perseroan juga meningkat 39,8% menjadi Rp 7,19 triliun dibandingkan Rp 5,14 triliun secara year on year (yoy). Adapun pendapatan perseroan berasal dari segmen minyak dan lemak nabati yang mencapai Rp 6,66 triliun, sementara segmen perkebunan menyumbang Rp 534,72 miliar.
Sementara itu harga saham SSMS ditutup turun 1,88% atau 30 poin ke level 1.570 pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (24/9). Sejak awal tahun, harga saham SSMS naik 20,77%.
