Daftar 46 Konglomerat Dikabarkan Ikut Patriot Bond: Ada Djarum, Lippo, Sinar Mas

Nur Hana Putri Nabila
30 September 2025, 09:31
 Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara
Patricia Yashinta Desy Abigail/Katadata
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara berencana meluncurkan Patriot Bond dengan target dana Rp 50 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Puluhan  konglomerat RI dikabarkan berminat dalam Patriot Bonds yang diluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 51,75 triliun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, orang-orang terkaya di Indonesia seperti Budi Hartono, Antony Salim, Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma, Franky Widjaja, Boy Thohir, Edwin Soeryadjaya, Dato Sri Tahir dan James Riyadi masuk dalam daftar tersebut. 

MD Global Relations and Governance  Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief mengatakan, informasi tersebut bukan informasi resmi dan pihaknya hingga kini tidak mengeluarkan daftar nama-nama calon pembeli Patriot Bond. Ia juga menjelasakan bahwa skema penerbitan obligasi ini disiapkan dalam bentuk private. placement dan tidak untuk ditawarkan bagi publik. Partisipasinya juga sepenuhnya bersifat sukarela (voluntary). 

Ia menekankan bahwa Danantara berkomitmen menjalankan mandat sebagai pengelola investasi negara dengan penuh kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang kuat. Setiap inisiatif pembiayaan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi jangka panjang Indonesia. 

“Prinsip mendasar dari Patriot Bonds adalah partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama,” kata Arief dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/9). 

Selain itu, menurut dia, skema ini membuka kesempatan bagi kelompok usaha Indonesia untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi. Sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan jangka panjang masyarakat.

Meski demikian, salah satu konglomerat yang namanya masuk dalam daftar, Dato Sri Tahir mengkonfirmasi keikut sertaanya dalam pembelian Patriot Bond. 

"Benar, kita patut dan harus mendukung program pemerintah. Pada akhirnya akan membawa kesejahteraan kepada rakyat," ujar Tahir saat dikonfirmasi Katadata.co.id melalui pesan singkat, Selasa (30/9). 

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mengatakan, sejumlah pebisnis kakap sudah minat untuk ikut memborong Patriot Bonds. Beberapa konglomerat yang sudah menyatakan ketertarikan adalah Prajogo Pangestu dan pemilik konglomerasi Djarum.

“Semua ikut berpartisipasi,” kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada awal bulan ini.

Danantara sebelumnya mengumumkan bakal meluncurkan Patriot Bond. Pengumpulan dana nantinya akan dialokasikan untuk beberapa proyek strategis, salah satunya adalah pengelolaan sampah atau waste management. Lewat Patriot Bonds, Danantara disebut akan menghimpun dana hingga US$ 3,1 miliar atau sekitar Rp 50 triliun. 

Penerbitan obligasi patriotik ini menawarkan imbal hasil di bawah tingkat pasar dan penjualan obligasi ini akan dikelola oleh Mandiri Sekuritas. Program bertajuk Patriot Bonds: A Love Letter for Indonesia’s Future akan melibatkan puluhan konglomerat Tanah Air. BPI Danantara menyebut, instrumen ini akan diterbitkan melalui skema private placement senilai puluhan triliun rupiah kepada para pebisnis terkemuka.

Kantongi Peringkat AAA dari Fitch

PT Danantara Investment Management mendapatkan peringkat AAA (idn) dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat utang ini diperoleh ditengah rencana lembaga ini menerbitkan Patriot Bond senilai Rp 50 triliun. Peringkat AAA merupakan yang tertinggi dari sebelas peringkat yang diurutkan oleh Fitch Ratings. 

Lembaga ini merupakan lembaga pemeringkat kredit internasional yang memberikan opini prospektif mengenai kemampuan entitas, baik perusahaan ataupun pemerintahan, dalam memenuhi komitmen keuangan. Fitch pun masuk dalam tiga besar lembaga pemeringkat internasional bersama Moody's dan S&P. 

Adapun peringkat yang diberikan lembaga-lembaga tersebut akan membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik. Berdasarkan dokumen yang diunggah Danantara Indonesia melalui laman Linkedin resminya, peringkat AAA diperoleh usai tim Fitch melontarkan berbagai pertanyaan untuk menguji para bos tertinggi Danantara.

"Kami adalah entitas yang baru beroperasi, bahkan belum berusia satu tahun. Kami belum memiliki rekam jejak investasi sebelumnya. Obligasi patriotik senilai Rp 50 triliun ini akan menjadi obligasi pertama yang kami terbitkan," demikian pernyataan manajemen Danantara dalam dokumen resminya dikutip Rabu (24/9).

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...