IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham MDKA, AMRT, hingga BUMI

Nur Hana Putri Nabila
14 Oktober 2025, 06:36
Seorang karyawan memotret layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (4/3/2024). IHSG ditutup melemah 35,16 poin atau 0,48 persen ke level 7.276,75.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Seorang karyawan memotret layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (4/3/2024). IHSG ditutup melemah 35,16 poin atau 0,48 persen ke level 7.276,75.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan menguat pada perdagangan saham hari ini, Selasa (14/10). Sebelumnya IHSG ditutup turun 0,37% ke 8.227 pada perdagangan Senin (13/10).

Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG mulai menunjukkan adanya volume pembelian. Dalam skenario terbaik, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level 8.294–8.365.

“Namun, investor tetap perlu waspada karena penguatan ini bisa saja berakhir sewaktu-waktu, dan IHSG berpotensi terkoreksi ke kisaran 7.724–7.941,” tulis Herditya dalam risetnya, Selasa (14/10).

Adapun target support di 8.169 dan 8.118. Sementara resistance terdekat berada di 8.260 dan 8.303. 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Sentul City Tbk (BKSL), spec buy pada kisaran harga Rp 133–Rp 139 dengan target harga di Rp 146 dan Rp 150, serta stoploss jika turun di bawah Rp 131.

Kedua, buy on weakness saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di rentang harga Rp 940–Rp 980 dengan target harga di Rp 1.025 dan Rp 1.100. Sementara stoploss jika di bawah Rp 900.

Selanjutnya, saham PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) direkomendasikan spec buy pada level Rp 1.075–Rp 1.090 dengan target harga di Rp 1.120 dan Rp 1.185, serta stoploss jika di bawah Rp 1.065.

Terakhir, buy on weakness saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada kisaran harga Rp 2.300–Rp 2.350 dengan target harga di Rp 2.430 dan Rp 2.500. Stoploss jika di bawah Rp 2.240.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai bahwa secara teknikal, indikator Stochastic RSI telah mendekati area overbought, sementara histogram positif pada MACD mulai menyempit. MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Sementara Stochastic RSI digunakan untuk mengukur apakah saham berada dalam kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold) dalam jangka pendek. 

Meski begitu, IHSG masih bertahan di atas level moving average (MA5) di kisaran 8.214. Dengan kondisi tersebut, dalam jangka pendek IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di rentang 8.100– 8.300.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham  PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...