Emiten Aguan PIK 2 (PANI) Tetapkan Harga Right Issue Rp 15 Ribu per Saham

Karunia Putri
14 Oktober 2025, 10:29
PIK 2, rights issue, tambah modal
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
Rencana Pembangunan Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2 mematok harga pelaksana penambahan modal dengan efek memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue sebesar Rp 15.000 per saham. Perusahaan menargetkan dapat meraup dana segar mencapai Rp 16,73 triliun melalui aksi korporasi ini. 

Aksi korporasi PANI kali ini merupakan rentetan aksi strategis lainnya yang dicanangkan perusahaan. Pada akhir agustus lalu, PANI juga telah melaksanakan aksi korporasi berupa private placement.

Merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen PANI mengatakan, perusahaan akan mengeluarkan sebanyak 1,11 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham melalui right issue ini. Saham baru yang diterbitkan mewakili 6,19% dari jumlah saham PANI setelah PMHMETD ketiga ini.

Manajemen menjelaskan, setiap pemegang saham PANI yang memiliki 119.169 saham dan tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 27 November 2025 pukul 16.00 WIB, berhak memperoleh 7.864 HMETD.

Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dalam right issue ini dengan harga pelaksanaan yang akan ditentukan, dan harus dibayar penuh pada saat pelaksanaan hak tersebut.

“Saham yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD III dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan yang mempunyai hak sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham lainnya dari perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” demikian penjelasan manajemen PANI dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (13/10).

Adapun aksi ini telah memperoleh restu dari para pemegang saham PANI dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 9 Oktober lalu. PANI sebelumnya menawarkan HMETD dalam jumlah sebanyak-banyaknya 1,21 miliar saham baru.

Selaku pemegang saham utama PANI, PT Multi Artha Pratama (MAP) dengan kepemilikan sebesar 87,78% dari total modal ditempatkan dan disetor, menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam right issue ini.

Berdasarkan Surat Pernyataan MAP tertanggal 13 Oktober 2025, perusahaan akan melaksanakan seluruh atau sebagian haknya sebanyak 979.229.045 HMETD. Sebelum pelaksanaan, MAP juga berencana melakukan pengalihan atau penempatan sebagian HMETD tersebut kepada investor maupun masyarakat.

Adapun jika saham baru yang ditawarkan dalam right issue ini tidak seluruhnya diambil oleh para pemegang HMETD, sisa saham akan dialokasikan secara proporsional kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan melebihi haknya, berdasarkan jumlah HMETD yang telah dilaksanakan dan sesuai dengan harga pelaksanaan.

Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD ditetapkan pada 5 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, hak yang tidak digunakan akan dianggap gugur. Bagi pemegang saham yang memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, jumlahnya akan dibulatkan ke bawah (round down).

Rencana Penggunaan Dana Right Issue 

Perusahaan mengatakan, seluruh dana yang diperoleh PANI dari pelaksanaan right issue ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perseroan. Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil rights issue ini akan dialokasikan untuk dua tujuan utama.

Pertama, sebanyak-banyaknya Rp 16,13 triliun akan digunakan untuk menambah penyertaan saham pada salah satu entitas anak, yakni PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Dana tersebut akan digunakan untuk membeli hingga 44,10% saham CBDK yang saat ini dimiliki oleh PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya.

Kedua, sisa dana akan digunakan untuk menambah penyertaan modal pada tiga entitas anak lainnya, yaitu PT Citra Indah Sedayu Nusantara (CISN), PT Karya Utama Sedayu (KUS) dan PT Permata Elok Tanah (PET). PANI akan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh masing-masing entitas anak tersebut. Dana tambahan ini akan difokuskan untuk belanja modal (capex), terutama guna mendukung pengembangan infrastruktur di kawasan bisnis dan residensial yang dikelola grup PIK 2.

Merujuk data BEI, saat ini saham CBDK dikuasai oleh PANI dengan kepemilikan 45,9%. Sementara itu Agung Sedayu memiliki 22,05% saham dan PT Tunas Mekar Jaya memiliki 22,05%. Setelah right issue nantinya PANI lewat MAP akan menjadi penguasa penuh dengan kepemilikan 87,78% saham. Sementara masyarakat menggenggam 12,22% saham. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...