Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun berjalan hingga November 2025 ditopang oleh sejumlah sektor yang mencatatkan aktivitas transaksi dan nilai perdagangan signifikan.
Aksi korporasi berupa penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue semarak mewarnai pasar modal Indonesia sepanjang 2025.
Saham dua emiten properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) terpantau lesu di tengah penurunan IHSG.
Meski IHSG lesu pada sesi I hari ini, terdapat crossing saham jumbo di emiten properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumukan harga teoritis saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) di Rp 13.85. Bagaimana prospek saham milik Aguan usai right issue?
Tiga emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Tanah Air, bersiap menghimpun dana jumbo melalui aksi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Dana segar ter
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) merevisi turun harga penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue. Apakah sahamnya masih menarik?
Harga saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melambung dalam beberapa hari terakhir tersulut rencana aksi right issue induk usahanya PT Pantai Indah Kapuk 2 Tbk (PANI). Bagaimana prospeknya?
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,47% atau 40,08 poin ke level 8.548 pada penutupan perdagangan saham hari ini, Senin (1/12). Sebanyak 317 saham menguat, 380 saham terkoreksi
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) merilis jadwal terbaru penambahan modal dengan efek memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue jumbo senilai Rp 15,73 triliun.
Tiga emiten yaitu PANI, CSIS dan INET tengah menahan laju aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue bernilai besar menjelang akhir tahun. Apa dampaknya?
Duo miten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim membukukan kinerja keuangan moncer hingga kuartal ketiga 2025. Mereka adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2.