Bocoran Dividen Interim BBCA: Manajemen Ungkap Rasio, Bakal Dibagi Desember?
Emiten bank swasta raksasa Tanah Air, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membocorkan kisi-kisi dividen interim untuk tahun buku 2025. Adapun BBCA dikenal rajin membagikan dividen interim kepada para pemegang sahamnya dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menyatakan, perusahaan berpotensi kembali membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025. Seperti tahun sebelumnya, pembagian dividen interim bakal dilangsungkan pada ujung tahun, biasanya di bulan Desember.
“Biasanya, pembagian dividen interim dilakukan pada bulan Desember. Dalam beberapa tahun terakhir, kami memang selalu memberikan dividen interim sebelum akhir tahun,” ujar Vera dalam paparan publik kinerja keuangan ketiga BBCA secara virtual, Senin (20/10).
Vera menyampaikan, bila mengacu pada tahun buku 2024, dividen payout ratio BCA berada di kisaran 68%. Ia menyatakan level ratio yang akan dibagi ini tergolong tinggi untuk industri perbankan.
Mengacu pada pada pembagian dividen BBCA beberapa tahun terakhir, emiten ini memang tergolong rajin membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Pada tahun buku 2024, BBCA membagikan dividen tunai Rp 37 triliun atau setara dengan Rp 300 per saham.
Rasio dividen yang dibagikan sebesar 67,4% dari laba tahun tersebut senilai Rp 54,8 triliun. Pembayaran dividen dilakukan dua skema, pertama lewat pembayaran dividen interim sebesar Rp 50 per saham dan kemudian sisanya lewat dividen final dibagikan senilai Rp 250 per saham.
Tahun buku sebelumnya, BBCA tercatat membagikan dividen tunai senilai Rp 33,2 triliun atau para investor mengantongi Rp 270 per saham. Dividen yang dibagikan oleh BBCA setara dengan 68,4% dari laba sepanjang 2023, senilai Rp 48,6 triliun.
Pertama, BBCA membagikan dividen interim sebesar Rp 42,50 per saham yang dibayarkan pada 20 Desember 2023, kemudian sisanya dibayarkan lewat dividen final sebesar Rp 270 per saham. Nilai dividen tahun buku 2023 meningkat 31,7% jika dibandingkan dividen tunai yang dibagikan pada 2022.
Kinerja Keuangan BBCA Hingga September 2025
BCA mencatat laba bersih sebesar Rp 43,4 triliun sepanjang Januari–September 2025. Capaian itu naik 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 41,07 triliun.
Kinerja positif BCA ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 7,6% year on year (YoY) menjadi Rp 944 triliun per September 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi kredit berkualitas serta likuiditas perseroan yang tetap terjaga.
Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7% YoY, dengan CASA (current account saving account) menjadi kontributor utama pendanaan inti BCA.
“Terjaganya penyaluran kredit BCA di berbagai segmen dan sektor hingga September 2025 mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses pembiayaan, termasuk kepada pelaku UMKM,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan public virtual, Senin (20/10).
Berdasarkan segmen, kredit korporasi menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 10,4% yoy menjadi Rp 436,9 triliun. Kredit komersial naik 5,7% menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UMKM tumbuh 7,7% menjadi Rp 129,3 triliun.
Dari sisi konsumsi, kredit konsumer tumbuh 3,3% yoy menjadi Rp 223,6 triliun, didorong oleh kenaikan KPR sebesar 6,4% YoY menjadi Rp 138,8 triliun. Pinjaman konsumer lainnya, seperti kartu kredit, naik 6,9% menjadi Rp 23,5 triliun.
Kualitas pinjaman BCA tetap solid, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang stabil di 5,5%, serta rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 2,1%. Pencadangan terhadap NPL dan LAR juga memadai masing-masing di 166,6% dan 69,5%.
Dari sisi pembiayaan berkelanjutan, BCA menyalurkan kredit hijau senilai Rp 241 triliun per September 2025, tumbuh 12,7% yoy dan setara 25,5% dari total portofolio pembiayaan.
Sementara itu, CASA masih menjadi kontributor utama pendanaan dengan porsi 83,8% dari total DPK, tumbuh 9,1% yoy menjadi Rp 999 triliun. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan lonjakan frekuensi transaksi BCA yang naik 78% dalam tiga tahun terakhir.
