Stok BBM di SPBU Swasta Kosong, Ini Penjelasan Bahlil
Stok bahan bakar minyak atau BBM di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dalam kondisi kosong. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, saat ini sudah ada kesepakatan pengiriman bahan baku BBM atau base fuel antara PT Pertamina dengan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.
“B2B antara Pertamina dengan swasta, mereka sedang kolaborasi. Saya mendapat laporan sudah beberapa (SPBU swasta) yang sudah melakukan perjanjian,” kata Bahlil seusai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (20/10).
Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan, pemerintah tidak ikut campur dalam detail transaksi atau mekanisme kerja sama antara Pertamina dengan SPBU swasta. “Saya tidak tahu teknisnya, karena itu B2B,” ujar Bahlil.
Saat ini pasokan BBM SPBU swasta telah habis dan tak bisa mengimpor karena terkendala aturan kuota. Bahlil mengatakan, SPBU swasta dapat melakukan impor BBM dengan menggunakan kuota yang dimiliki Pertamina.
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri sebelumnya menyampaikan keputusan negosiasi pengiriman bahan baku BBM kepada SPBU swasta diputuskan pada Jumat, 17 Oktober pekan lalu.
Simon mengatakan, negosiasi yang berjalan dengan SPBU swasta sejauh ini berjalan transparan. Ia berharap keputusan ini dapat menjaga pasokan dan menstabilkan harga BBM di dalam negeri.
“Seperti yang selalu kami sampaikan, open book. Jadi komersialnya secara terbuka. Semua bisa secara terbuka, dan kami berharap agar harga yang ada di masyarakat tidak terjadi kenaikan,” kata Simon di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat (17/10).
Ia menjelaskan, Pertamina sudah menjalin komunikasi dengan beberapa SPBU swasta dalam proses bisnis pengadaan bahan baku BBM kali ini. Namun, ia tak menjelaskan detail perusahaan mana saja yang telah berkomunikasi dengan Pertamina. “Saya dengar akan ada beberapa (SPBU swasta),” ujar Simon.
