Harga Saham BBCA Melesat 4% Kembali ke Level 8.000, Apa Pemicunya?

Karunia Putri
21 Oktober 2025, 09:45
BBCA, BCA, saham, lonjakan saham
ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga saham bank swasta raksasa Tanah Air, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau masih melesat lebih dari 4%. Lompatan harga saham tersebut terjadi usai BBCA mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga hingga rencana buyback saham. 

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia secara intraday pukul 09.10 WIB, harga saham BBCA melompat 4,13% atau 325 poin ke level 8.200. Harga saham ini merupakan yang tertinggi selama satu bulan terakhir.

Sehari sebelumnya, harga saham BBCA melonjak 5% atau naik 375 poin. Harga saham BBCA kembali menguat sejak akhir pekan lalu usai terjebak dalam zona merah beberapa pekan terakhir.

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sempat menyentuh level terendah dalam tiga tahun terakhir di level Rp 7.250 pada perdagangan Selasa (14/10). Sementara itu, harga saham tertinggi BCA atau all time high (ATH) berada di level Rp 10.950 yang ditorehkan pada 23 September 2024.

Kinerja Kuartal III BBCA: Laba Bersih Naik 5,7%

BBCA mencatat laba bersih hingga kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp 43,4 triliun, naik 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 41,07 triliun. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 7,6% secara tahunan menjadi Rp 944 triliun.  

Meski tumbuh, kinerja pertumbuhan laba dan kredit pada kuartal ketiga 2025 ini sebenarnya melambat dibandingkan kuartal II 2025. Pada kuartal II 2025, laba perseroan tumbuh 8% secara tahunan, sedangkan penyaluran kredit tumbuh 12,9% secara tahunan.

“Terjaganya penyaluran kredit BCA di berbagai segmen dan sektor hingga September 2025 mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses pembiayaan, termasuk kepada pelaku UMKM,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam paparan public virtual, Senin (20/10). 

Berdasarkan segmen, kredit korporasi masih menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan mencapai 10,4% menjadi Rp 436,9 triliun. Kredit komersial naik 5,7% menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UMKM tumbuh 7,7% menjadi Rp 129,3 triliun.

Buyback Saham hingga Bagi Dividen Interim

BCA juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan dana hingga Rp 5 triliun, di tengah kondisi pasar saham yang masih berfluktuasi.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan, periode buyback akan berlangsung mulai 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026. Buyback diharapkan bisa menjadi katalis perusahaan. 

“Kecuali ada percepatan yang dilakukan perusahaan, seluruh proses buyback tentu akan disesuaikan dengan ketentuan dan regulasi industri,” ujar Hera dalam Public Expose kinerja kuartal ketiga 2025, Senin (20/10).

Perseroan memastikan, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dan saham yang beredar (free float) tidak akan berkurang menjadi kurang dari 7,5% setelah pelaksanaan buyback.

Di sisi lain, perusahaan juga memberikan sinyal terkait rencana pembagian dividen interim. “Biasanya, pembagian dividen interim dilakukan pada bulan Desember. Dalam beberapa tahun terakhir, kami memang selalu memberikan dividen interim sebelum akhir tahun,” ujar Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim.

Jika berkaca pada tahun buku 2024, menurut dia, rasio pembayaran dividen BCA berada di kisaran 68%, level yang tergolong tinggi untuk industri perbankan. Level ini menjadikan BCA sebagai entitas yang menarik bagi investor yang mengincar keuntungan dari dividen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...