Rencana Besar RAJA Akuisisi Perusahaan Gas Banten dan Sederet Aksi Korporasi
Emiten energi, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan bahwa melalui salah satu anak usahanya, perseroan telah menandatangani perjanjian akuisisi dengan perusahaan perdagangan gas yang beroperasi di wilayah Banten. Kendati demikian, RAJA belum menyebutkan anak usaha mana yang meneken perjanjian tersebut.
Rencana akuisisi ini menjadi bagian dari sederet aksi korporasi yang tengah disiapkan emiten milik Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani, menjelang berakhirnya tahun 2025.
Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi BEI, RAJA merinci sembilan rencana proyek strategis yang akan digarap perseroan.
Pertama, RAJA melalui anak usahanya telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham bersyarat untuk akuisisi perusahaan perdagangan gas di Banten.
Kedua, perusahaan tengah melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap dua perusahaan pelayaran yang memiliki dua kapal Liquified Natural Gas Carrier (LNGC) dan satu Very Large Gas Carrier (VLGC).
Selanjutnya, RAJA bersama mitra sedang melakukan studi kelayakan untuk pembangunan terminal LNG di Banten, yang kini memasuki tahap finalisasi lingkup investasi, skema komersial, serta proses perizinan.
Keempat, perseroan menyiapkan proyek LNG Plant di Kalimantan, mencakup pengadaan lahan, finalisasi perjanjian jual beli gas, permohonan alokasi gas, dan penyusunan bankable feasibility study.
Kelima, RAJA berencana memulai operasional komersial fasilitas kompresor di Sengkang, Sulawesi Selatan, pada kuartal keempat 2025.
Keenam, perusahaan tengah melakukan negosiasi komersial terkait rencana investasi infrastruktur hilir migas di wilayah Indonesia Timur.
Ketujuh, RAJA juga akan memulai pembangunan pipa bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur pada kuartal pertama 2026.
Kedelapan, perseroan tengah melakukan uji tuntas untuk akuisisi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) seperti pembangkit listrik tenaga air dan biomassa.
Kesembilan, RAJA juga menyiapkan akuisisi fasilitas sistem penyediaan air minum (SPAM) di wilayah Jabodetabek.
Sebelumnya, Rukun Raharja bersama emiten konglomerasi milik Prajogo Pangestu, yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO) resmi mengakuisisi Hafar Group.
Dalam transaksi tersebut, Petrosea melalui PT Petrosea Engineering Procurement Construction (EPC) mengakuisisi 51% saham dua anak usaha Hafar Group, yakni PT Hafar Daya Konstruksi senilai Rp 239,9 miliar dan PT Hafar Daya Samudera senilai Rp 159,96 miliar.
Sementara itu, Rukun Raharja mengakuisisi 49% saham di kedua entitas yang sama. Namun, RAJA tidak mengungkapkan nilai transaksi tersebut.
Hafar Group dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Engineering, Procurement, Construction & Installation (EPCI) serta layanan pelayaran untuk industri migas. Grup ini memiliki tiga entitas bisnis, yakni PT Hafar Daya Konstruksi (EPCI), PT Hafar Daya Samudera (pelayaran), dan PT Hafar Capitol Nusantara (operator pipe lay barge atau tongkang pemasangan pipa).
