Para Klien Konglomerat PJHB: Ada Emiten Prajogo Pangestu (PTRO) 

Nur Hana Putri Nabila
6 November 2025, 17:14
 PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), PJHB, Prajogo Pangestu
Katadata
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten transportasi dan logistik, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi mencatkan penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (6/11). Harga sahamnya langsung menembus batas atas harga atau auto rejection atas (ARA), naik 24,85% atau 82 poin ke level Rp 412 saat pasar baru dibuka. 

PJHB melepas 480 juta saham baru atau setara dengan 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. PJHB menetapkan harga penawaran Rp 330 per saham. Lewat aksi ini, PJHB mengantongi dana sebesar Rp 158,40 miliar. 

PJHB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang berupa alat berat dan kontainer. PJHB menggunakan kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) serta menyediakan jasa pengangkutan alat berat sejak tahun 2008.  

Sejak berdiri, perusahaan terus melakukan ekspansi dan pengembangan usaha demi memenuhi kebutuhan berbagai layanan kargo. PJHB melayani pengangkutan alat berat untuk industri minyak dan gas, pertambangan, serta perkebunan, seperti dump truck, excavator, wheel loader, bulldozer, trafo, dan derek.  

Menariknya, berdasarkan prospektus yang diterbitkan perusahaan, PJHB memiliki kontrak dengan sejumlah konglomerat sejak 2010. Klien PJHB, antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO), yang terafiliasi oleh konglomerat RI Prajogo Pangestu.

PJHB juga menangani klien besar di sektor jasa pertambangan dan logistik, seperti emiten Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Leighton Contractors Indonesia, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Trans Continent, Halcon Primo Logistics Pte. Ltd., serta PT Kuehne Nagel Indonesia (Kuehne+Nagel).

Rencana dan Prospek Usai IPO

PJHB berencana membeli tiga kapal baru berjenis Landing Craft Tank (LCT). Pembelian kapal berkapasitas 2.500 DWT akan menghabiskan anggaran Rp 153,40 miliar.  

Pembangunan kapal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan kapasitas armada dan memenuhi permintaan pengangkutan alat berat serta kontainer dari klien-klien perusahaan.  

Kapal baru ditarget rampung pada November 2025. Komisaris Utama PJHB Hero Gozali mengatakan, perseroan akan fokus dahulu dalam pembelian dan operasi tiga kapal tersebut. Jika dalam waktu ke depan perseroan memiliki rencana melakukan ekspansi, Hero menyatakan akan menggunakan dana internal dari perusahaan.  

“Khusus uang IPO yang dapat Rp 158,4 miliar itu nggak cukup [untuk ekspansi lainnya]. Karena perusahaan sehat, ya perusahaan yang dukung lagi. Dananya ditambah dari sana,” katanya ketika ditemui wartawan setelah IPO PJHB di Main Hall BEI, Kamis (6/11). 

Adapun hingga saat ini, PJHB memiliki sebanyak 5 unit kapal dengan kapasitas angkut antara 1.300–2.500 metrik ton. Dengan tiga tambahan kapal baru yang akan dibeli PJHB, maka armada perseroan akan bertambah menjadi delapan.

“Urgensi pembangunan tiga ini untuk mendukung rencana bisnis perseroan kedepannya di mana seluruh armada kapal yang dimiliki perseroan saat ini utilisasi terpakai sudah maksimum sehingga perlu adanya kapal baru,” katanya.  

Dari sisi keuangan, perseroan menargetkan peningkatan kinerja signifikan dengan pendapatan diproyeksikan mencapai sekitar Rp 144 miliar dalam lima tahun ke depan, atau naik hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, laba bersih juga diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat dalam periode yang sama. 

“Kalau berapa persen, kurang lebih kita harapkan sekitar 10-20% dari pendapatan tahun lalu,” ujarnya.

Usai IPO, perusahaan juga berkomitmen membagikan dividen tunai hingga 30% dari laba bersih mulai tahun buku 2025, tergantung hasil keputusan RUPS Tahunan. Dengan tambahan tiga kapal baru dan permintaan logistik yang meningkat dari sektor energi, tambang, dan infrastruktur, PJHB dinilai memiliki peluang memperkuat posisi di industri pelayaran logistik nasional.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...